Komplek Gedung Sate

Sejak tahun 1963 saya sudah berada di kota Bandung, entah berapa ratus kali sudah melewati Gedung Sate akan tetapi sama sekali tidak merasa tertarik, kemungkinan karena sudah biasa jadi tidak merasa aneh dan apalagi merasa takjub.

Akan tetapi ketika umur saya mulai tua yaitu mulai usia 60 tahun, saya mulai tertarik akan gedung-gedung tua yang berada di Kota Bandung. Gedung-gedung tua di Kota Bandung banyak yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun jika tetap dipelihara kelihatan masih kokoh, kuat, bahkan cantik dan anggun.

Lama-lama saya jadi ingin menikmati gedung jaman baheula itu dari dekat, meskipun saya tidak begitu tahu dengan gaya apa gedung-gedung tua itu dibangun dan oleh siapa, pokoknya dipotret dulu keterangan belakangan saja.

Suatu saat dengan bismilah saya mulai “berpetualang” mula-mula saya memotret Gedung Sate dari jarak jauh yakni dari lapangan Gasibu, terus sedikit demi sedikit saya bergerak ke arah pintu gapura pagar bagian depan sambil terus-terusan membuat gambar. Sekalian melihat-lihat apa ada kemungkinan menyelinap, tapi rasanya kalau masuk dari depan pasti tidak mungkin karena pintu pagar dikunci dan dijaga satpam.

Saya ingin memotret Gedung sate dari dekat akan tetapi dengan cara diam-diam saja menyelinap, pertimbangan saya kalau minta izin dahulu kepada satpam yang sedang berjaga takutnya malah dilarang atau harus birokrasi dahulu, bakalan habis deh minat akan gedung lama ini. Lebih baik diam-diam menyelinap kemudian memotret dan jika kemudian kelihatan oleh satpam lalu dilarang berkeliaran didalam komplek Gedung Sate, ya sudah meminta maaf saja pura-pura tidak tahu.

Karena niat saya sudah “buruk” – saya juga tidak tahu persis – apakah kalau masuk ke dalam komplek Gedung Sate itu dilarang atau tidak. Jadinya saya pura-pura menyususri bagian pinggir gedung yang agak terbuka yakni masuk dari Kantor Pos yang terbuka. Kemudian ke bagian belakang komplek gedung dan tanpa terasa saya sudah berada di halaman gedung Sate. Akhirnya dengan leluasa saya memotret gedung tersebut.

Inilah foto-foto itu:

Kantor Pusat PT Pos Indonesia

Ternyata di kompleks Gedung Sate itu ada beberapa kantor. Saya mulai dengan Kantor Pusat PT Pos Indonesia yang berada di sayap kanan gedung pusatnya. Juga ditemukan

Mueum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia yang berada persis disamping Kantor Pusat PT Pos Indonesia.

Kantor Gubernur Jawa Barat

Kemudian langsung ke bagian tengah komplek bangunan itu dan sampailah di pusat Gedung Sate yakni Kantor Gubernur Jawa Barat.

Gedung DPRD Jawa Barat

Kemudian di sebelah kanannya Kantor Gubernur Jawa Barat ada Gedung DPRD Jawa Barat. Gedung ini dibuat relatif baru dan memang bukan bagian dari Gedung Sate.

PT Telekomunikasi Indonesia

Dan “pengembaraan” saya berakhir di Kantor PT Telekomunikasi Indonesia yang masih berada di komplek Gedung Sate itu juga.

Ternyata saya selamat keliling-keliling di komplek itu dan sesukanya memotret tanpa ada yang bertanya apalagi satpam menegur tidak ada tuh!

2 thoughts on “Komplek Gedung Sate

  1. Wah maaf Bu, saya tidak punya, padahal tahun 60 dan 70 langganan tuh, bioskop misbar tea atuh Bu murah meriah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s