Komplek Makam Belanda Di Kebun Raya Bogor

Pada hari Minggu tanggal 3 Juli 2011 saya yang sudah tua dan menjadi aki-aki masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengunjungi Kebun Raya Bogor. Maksud utamanya adalah untuk memperkenalkan beraneka ragam tumbuhan yang ada di Kebun Raya Bogor kepada cucu saya yang saat itu sedang liburan panjang.

Tapi ternyata saat kami datang ke Kota Bogor hari sudah siang karena tercegat macet yang melelahkan, cucu tercinta yang paling tua baru berumur 8 tahun sudah kelelahan duluan, sepertinya minat untuk melihat pepohonan hilang sudah. Bahkan baru juga beberapa saat ada di dalam Kebun Raya sudah meminta untuk pulang. Yah apa boleh buat, mungkin lain kali jika masih ada kesempatan bisa berkunjung kembali.

Karena saya baru memotret kebun bambu, rasanya belum puas, maka ketika melihat komplek Makam Belanda saya langsung masuk sendirian, belakangan ternyata diikuti cucu lain disertai bapaknya sementara cucu yang dua lagi sudah mendahului keluar Kebun Raya.

Komplek Makam Belanda

Saya puas-puaskan memotret batu nisan demi batu nisan dengan segala penjelasannya yang tertulis di batu nisan tersebut. Pikiran saya biar saja nanti keterangan dan penjelasannya akan dibaca dari hasil pemotretan atau jika belum terang sebagian akan searching di google.

Setelah sampai di rumah saya mencari beberapa keterangan dari internet mengenai Makam Belanda yang ada di Kebun Raya Bogor tersebut. Lumayan ada bahan untuk menambah keberanian posting di blog ini.

Dan inilah keterangan tertulis yang ada di komplek Makam Belanda tersebut, saya menuliskannya kembali agar kelihatan lebih jelas.

Makam Belanda

Penjelasan tentang Makam Belanda

Komplek pemakaman tua ini telah ada jauh sebelum Kebun Raya Bogor didirikan tahun 1817 0leh C.G.C. Reinwardt. Bentuk nisan, ornament, dan tulisannya sangat menarik untuk Anda amati.

Di sini terdapat 42 makam, 38 diantaranya mempunyai identitas sedangkan sisanya tak dikenal. Kebanyakan yang dimakamkan di sini: adalah keluarga dekat gubernur jendral Hindia Belanda. Ada makam D.J. de ee Erens, seorang gubernur jendral yang menjabat tahun 1836 – 1840. Juga makam Mr. Ary Prins seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara gubernur jendral  Hindia Belanda.

Ada pula dua orang ahli biologi yang meninggal tahun 1820-an dalam usia muda dan dikuburkan dalam satu makam. Mereka adalah Heinrich Kuhl  dan J.C. Van Hasselt, anggota “The Netherlands Commissions for Natural Sciences” yang dikirim ke Indonesia untuk bekerja di Kebun Raya Bogor.

Makam tertua di komplek pemakaman ini adalah makam seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang bernama Cornelis Potmans wafat 2 Mei 1784. Sedangkan yang paling baru adalah makam Prof. Dr. A.J.G.H. Kostermans yang meninggal tahun 1994. Ia adalah seorang ahli Botani terkenal dari Belanda yang menjadi warga Negara Indonesia sejak tahun 1958. Kostermans dimakamkan dekat lingkungan tumbuhan yang ia cintai sesuai keinginanya, selain sebagai penghargaan pemerintah Indonesia atas jasa-jasanya untuk ilmu pengetahuan. Hingga ahir hayatnya ia bekerja di kantor Herbarium Bogoriense yang terletak di seberang Kebun Raya Bogor.

Semoga keterangan singkat ini lain kali bisa diupdate agar lebih jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s