Bingkisan Dari Tempat Kenduri

Jika diundang harus datang, itulah tuntunan kehidupan bermasyarakat yang baik. Undangan apa saja hajatan khitan, resepsi pernikahan, pengajian, syukuran, dan berbagai kesempatan silaturahmi lainnya.

Undangan untuk hadir di suatu kenduri atau hajatan yang paling lumrah di perkotaan umumnya di kota Bandung adalah untuk menghadiri resepsi pernikahan. Cara-cara datang ke hajatanya sudah prah (merata) yaitu undangan datang ke resepsi pernikahan yang biasanya di sebuah gedung, terus menuliskan nama di buku tamu, terus memasukan amplop pada tempat yang tersedia, ngantri untuk mengucapkan selamat kepada pengantin dan keluarga yang duduk di pelaminan biasanya di panggung.

Selanjutnya biarpun tidak disuruh-suruh langsung saja para tamu mengerti sendiri menikmati hidangan yang dipajang berupa stan makanan yang kadang meja stannya cukup  banyak dan biasanya  tetap ditutup dengan hidangan makan besar yang tersedia pada meja prasmanan.

Saya sudah lama tinggal di kota jadi mengenai undangan untuk hadir di sebuah resepsi sudah maphum dan sudah lumrah merata begitu. Maksudnya tidak ada acara lain selain begitu.

Suatu saat saya diundang untuk hadir di acara hajatan khitanan anak di suatu daerah. Hajatannya diselenggarakan di rumah terus hampir sama ada pelaminan dan ucapan selamat kepada pengantin sunat dan kedua orang tuanya, menyelipkan amplop berisi uang kepada orang tua yang dikhitan.

Kemudian dipersilakan oleh tuan rumah untuk makan hidangan yang tersedia. Setelah menikmati hidangan ketika berpamitan kepada yang empunya hajat, tak diduga dan tak dikira ternyata diberi oleh-oleh atau bingkisan berupa pisang ambon, dibungkus dengan kantung kresek.

Ternyata tradisi mengoleh-olehi tamu undangan sudah prah di daerah tersebut memang kebiasaan dan tradisinya begitu. Di undangan keluarga lain juga pernah hadir dan sama mendapatkan bingkisan berupa mie instan yang ditempatkan pada kantung kresek.

Orang Sunda bilang: “Balakacikcrik balakacombrang, beuteung mutriktrik berekat meunang” (Sudah kenyang di perut, ditambah mendapatkan bingkisan lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s