Mesjid Agung Bandung

Saya melihat-lihat gambar Mesjid Agung Bandung yang berada di Alun-alun, dalam buku “Nasib Bangunan Bersejarah Di Kota Bandung” oleh Haryoto Kunto, penerbit PT Granesia Bandung, tahun 2000

Mesjid Agung Bandung 1950. Sumber Haryoto Kunto

Juga yang ini:

Mesjid Agung Bandung 1957. Sumber Haryoto Kunto

Ciri tradisional kota-kota di pulau Jawa adalah adanya Alun-alun. Alun-alun adalah lahan yang dibiarkan terbuka di tengah kota, yang biasanya bagian sebelah barat Alun-alun berdiri sebuah mesjid.

Dan ini adalah Mesjid Agung Bandung yang sekarang setelah mengalami beberapa kali perubahan. Teringat juga bahwa banyak dikeluhkan orang bahwa mesjid ini menjadi kumuh dan kotor karena banyaknya pedagang makanan dan PKL yang berjualan persis di depan golodog mesjid.

Mesjid Agung Bandung 20010

Kebiasaan orang daerah atau orang lembur jika pergi ke kota dengan berbagai keperluan akan mencari tempat beristirahat di mesjid. Mesjid adalah tempat sholat kaum muslimin, karena itu wajar jika ke kota saat waktunya tiba untuk sholat, yang mereka cari adalah mesjid. Mencari tempat sholat sekaligus beristirahat sejenak  sebelum melanjutkan kegiatan selama di kota, adalah wajar saja.

Dengan kebiasaan masyarakat Islam yang selalu mencari mesjid, seyogianya disambut pengurus DKM, dihiap-hiap untuk sholat dan istirahat di mesjid. Mesjid harus dikelola sedemikian rupa sehingga umat Islam yang datang ke kota dari pedesaan merasa aman dan terlindungi dengan datang ke mesjid.

Banyak mesjid di kota besar saat ini  selain hanya pada saat tiba waktunya sholat, pintu digembok dan kamar mandinya dikunci. Kelihatan di dinding masjid pengumuman yang berbunyi dilarang tiduran di dalam mesjid. Mungkin mereka hanya sekedar untuk istirahat dan ngalempengkeun cangkeng (meluruskan pinggang), wajar saja sambil berbaring.

Memang iya, mesjid terbuka akan terjadi resiko seperti yang dialami Masjid Agung Bandung sekarang ini, dimana banyak yang numpang istirahat dan sholat. Akibatnya kesan mesjid jadi kumuh, kotor, karena dengan hadirnya banyak orang, otomatis juga mengundang banyaknya pedagang makanan.

Tentunya manajemen masjid harus diperbaharui dalam hal menerima umat yang numpang sholat dan istirahat. Kalau demi keamanan, kebersihan, keasrian, bahkan kesucian masjid, lalu misalnya  membatasi umat beraktivitas di mesjidNya, kasihan bukan? Lalu jika mesjidnya bersih dan tertib akan tetapi dijauhi umatnya dan tiiseun buat apa juga.

Insya Allah dengan segala harapan pasti pengurus Mesjid Agung Bandung bisa mengatasi hal ini, semoga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s