Pisang Ambon

Sesisir pisang ambon

Ini saya perlihatkan gambar sesisir pisang, sebentar, menamai salah satu pisang dari sangat banyak macamnya itu biasanya dengan nama tidak seragam di setiap daerah, tapi sesisisr pisang ini di tanah Sunda disebut pisang Ambon.

Entah apakah orang Ambon sepakat untuk nama itu? Kakak saya yang lama hidup di Maluku yaitu di tanah Ambon manise, nampaknya mereka mengusulkan, kalau ada nama lain untuk pisang itu, diganti saja katanya. Tapi bagaimana di tanah Pasundan mengumumkan penggantian namanya, belum tentu semuanya sepakat lagi!

Selain pisang ambon, banyak berjenis pisang dengan nama khas Jabar seperti pisang raja, pisang tanduk, pisang raja cere, pisang ambon lumut, pisang nangka, pisang lampeneng, dsb. Kesemuanya tentu saja enak dimakan, bahkan pisang tertentu yang masih belum masak pun bisa diiris-iris tipis digoreng dijadikan kripik.

Cara memeram pisang seingat saya dahulu dengan cara pisang tersebut dikubur didalam tanah, lalu dimasukkan asap dari bakaran daun kelapa ke dalamnya, dan ditutup rapat sampai 3 hari lamanya, kemudian baru digali dan diangkat pasti sudah masak berwarna kuning. Belakangan ada cara memeram pisang, ternyata lebih praktis, masukan sejumlah pisang yang akan diperam, misal kedalam sebuah tempat berupa baskom atau karung plastik, letakan sebesar ibu jari karbit yang dibungkus kain, tutup dengan plastik, dijamin 3 hari sudah masak juga.

Setandan pisang ambon

Setandan pisang terdiri dari sisir paling atas, paling besar dan paling mulus, terus berurutan sampai ke bagian sisir terbawah yang kualitasnya tidak sebaik sisir yang diatasnya. Sisir pisang ambon paling atas tersebut dalam bahasa Sunda disebut seuhangna, sedangkan sisir paling bawah disebut butitina.

Jaman dahulu di kampung saya, sisiran pisang ambon seuhangna bisa dijadikan pemberian atau haturan untuk tamu atau orang yang dihormati misalnya juragan kuwu, mama ajengan, juragan penilik sekolah, atau tamu dari kota yang dihormati. Jadi hehehe seuhangna pisang ambon bisa dijadikan lambang status. Nah, yang tidak mendapatkan seuhangna, bahkan hanya mendapatkan butitina maaf saja, sebab jika mau dikirim seuhangna harus menjadi menak dahulu.

Untuk menunjukan setatus sosial seseorang ternyata bisa juga dilambangkan dengan pisang ambon, tapi itu dahulu, sekarang tidak lagi! Siapa punya uang dipersilakan membeli di pasar atau dari pedagang pikulan, tidak harus punya status sosial yang tinggi dulu. Bahkan saya lebih memilih pisang kecil seperti pisang moli atau pisang raja cere, pas di mulut dan pas di hati, dari pada seuhangna pisang ambon yang terlalu besar dan nanti kamerekaan (kekenyangan).

3 thoughts on “Pisang Ambon

  1. Saya seorang Supplyer buah, sedang mencari pisang ambon Sukabumi atau pisang Cavendish dengan jumlah banyak, kebutuhan 1,5 ton s/d 2 ton perkirin per pekan rutin, untuk catering pabrik sepatu, kalau anda seorang petani pisang ambon atau siapapun juga bisa memasok pisang tsb, silakan hubungi kami di HP: 08159097959

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s