Bak Pinang Dibelah Dua

Bukan, ini bukan sebuah cerpen atau cerita tentang dua orang yang satu sama lain berwajah sama. Jika untuk menyatakan rupa dua orang kakak beradik yang sangat mirip boleh dikatakan seperti atau bak pinang dibelah dua. Apatah lagi anak kembar bisa dikatakan juga bagai pinang dibelah dua.

Pohon pinang

Buah pinang di kampung saya dahulu, karena pohonnya tidak ditanam secara khusus dimana buahnya untuk dijual, maka hanya payu (laku) digunakan untuk salah satu bumbu pelengkap makan sirih saja.

Kaum wanita dahulu utamanya perempuan tua atau nenek-nenek biasa ngalemar (makan sirih). Anak daro (gadis), sebagai pengganti lipstick boleh ngalemar, bibir akan kelihatan merah, warna merah itu kemungkinan dari buah pinang itu.

Dari Wikipedia disebutkan bahwa “Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak”.

Bak pinang dibelah dua

Iseng-iseng buah pinang yang saya pulung (pungut) di jalan dibelah dibagi dua hanya ingin melihat rupanya apa betul sama, memang iya sama, tapi tidak  hanya pinang yang apabila dibelah menjadi dua satu belahan akan sama persis dengan belahan lainnya bukan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s