Menyambut HULN (Hari Usia Lanjut Nasional), Menjadi Seorang Pensiunan

Menjadi seorang pensiun tidaklah sulit, sebab mau atau tidak mau, siap atau tidak siap, usia kita akan terus bertambah secara otomatis. Dan ketika sampai umur 55 tahun (umumnya) jadilah kita seorang pensiunan keluar dari tempat pekerjaan alias putus hubungan kerja.

Syukur pada saat pensiun dimulai kondisi kesehatan saya dalam keadaan baik, dan bahkan rasanya  masih mampu untuk bekerja.  Alhamdulillah juga tidak kebingungan, tidak kelimpungan, biasa saja, malahan ada perasaan bahagia dan lega dimana tidak usah memikirkan pekerjaan, tidak usah melapor kepada atasan, dan tidak usah mengejar target yang harus dicapai.

Saya kebetulan bekerja di salah satu BUMN di Kalimantan Timur, jadi begitu mencapai usia pensiun langsung boyongan pindah ke Bandung. Saat prapurnabakti sebetulnya telah dibekali oleh perusahaan tempat saya bekerja berbagai keterampilan dan berbagai persiapan agar jangan kaget ketika masa pensiun tiba.

Demikian juga uang pesangon, uang asuransi, uang pindah rumah, dll, sudah diberikan dan betul-betul dilepas dari perusahaan. Begitu juga uang pensiun yang meski jauh dari besar akan diterima, sedangkan selama satu tahun sejak usia pensiun masih diberi gaji penuh tanpa harus bekerja. Tak kalah pentingnya adalah menikmati jaminan kesehatan termasuk juga untuk istri sampai kelak meninggal.

Sepertinya dan seharusnya bekal itu sudah lebih dari cukup, tapi rasanya kekurangan selalu saja ada, misal pada kenyataan mengelola usaha di masa tua ternyata banyak yang tidak berhasil, mungkin karena tidak bepengalaman memegang sebuah usaha.

Sepuluh tahun kemudian ternyata yang diterima hanya tinggal uang pensiun yang ala kadarnya itu, akan tetapi masih bersyukur masih dijamin biaya kesehatan untuk suami istri secara penuh.

Meski nilai nominal gaji yang diterima jumlahnya sedikit akan tetapi saat ini pada usia 65 tahun saya tetap bahagia karena anak-anak sudah beres kuliah bahkan sudah pada bekerja dan berpenghasilan. Bukan hanya itu saja anak-anak mulai mengirim uang kepada orang tuanya, tentu saja hal ini sangat membantu.

Dan ternyata ada yang sangat membahagiakan adalah dengan lahirnya cucu-cucu, menyebabkan terasa lengkapnya kebahgiaan. Selanjutnya berdoa semoga panjang umur dalam keadaan sehat, sambil terus beribadah kepada Allah SWT dan menunggu kelak panggilan Sang Khalik jika saatnya tiba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s