Satu Jam Menyusuri Sungai Cidurian Bandung

Saya sudah aki-aki pensiunan lagi,  tentu masih hidup, setiap pagi secara rutin berolah raga berjalan kaki santai selama 1 jam sendirian. Karena sendirian itulah tujuan atau arah menyusuri jalan betul-betul nuturkeun indung suku (kearah mana saja kaki  melangkah) sering menemui hal-hal yang beda dengan kehidupan hari-hari sebagai pejabat teras (maksudnya teras rumah gitu!).

Nah karena sering menemui yang aneh, lucu, tak masuk akal, menyedihkan, bahkan menghawatirkan, sekarang setiap kali pergi berjalan kaki tak lupa membawa kamera kecil butut sesuai dengan yang membawanya. Kalau ada yang perlu dipotret ya dijepret.

Kali ini, pagi ini, saya berjalan kaki menyusuri sungai Cidurian mulai dari jembatan jalan Soekarno Hatta yang bertulisakan Parakan Saat ke arah hulu sungai.

Jalan Jati Sari

Kemudian menyusuri jalan  Jati Sari!! (betul dengan panyeluk dua kali) ide penduduk setempat membuat nama jalan di sempadan sungai Cidurian ini, entah apakah nama jalan ini ada di peta resmi pemda ya? Eh ternyata wilayah panjang ini ada di Kelurahan Jati Sari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung.

Sampah di sungai

Makin jauh saya berjalan ternyata sungai semakin dipenuhi sampah sampai di suatu tempat yang OMG! atau Masya Allah! tumpukan sampah di kali sekali lagi sampah di sungai betul-betul menggunung. Lihat saja gambarnya. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah di kali belum ada. Penduduk yang membuat rumah kumuh (maafkan saya!) telah menjadikan sungai Cidurian sebagai tempat sampah terbesar dan sekaligus terpanjang. Selidik punya selidik ternyata tidak ada satu pun tempat sampah tersedia di depan rumah yang berada di pinggir sepotong kali Cidurian yang saya lihat itu.

Memang iya perjalanan kita masih panajang untuk mendapatkan sungai yang bersih, perlu pendidikan, perlu kesadaran dari penduduk sepanjang kali, perlu semangat dari pemda, dan perlu dana dari ….mana atuh! Dua tahun yang lalu saya pernah lewat di kawasan ini tapi sama saja mengenai sampah belum ada perbaikan, lihat juga  Sepotong Sungai Cidurian

7 thoughts on “Satu Jam Menyusuri Sungai Cidurian Bandung

  1. Subhanallau ,, emang sungai Cidurian harus dibersihkan seperti Cikapundung ,, apalagi di depan Universitas Widyatama walaupun tidak terlalu banyak sampah tapi sidimentasinya sundah mencapai 2 meteran

  2. Kami dari uyah baksur juga sedang berupaya menata sugai cidurian yang melintasi wilayah kelurahan babakan surabaya sepanjanghampir 2 km dengan edukasi dan praktek, mungkin membutuhkan waktu karena pendekatan terhadap masyarakat akan pentingnya sungai tidaklah semudah membalikan tangan. kritik dan saran sangat membantu bagi kami. silakan layangkan ke uyahbaksur@gmail.com, syukur2 dapat ikut serta berperan aktif membantu kami.trims

  3. Depan Widyatama sudah dilakukan tuh pengerukan walau sebagian, sama dengan di wilayah babakan surabaya hanya sebagian saja……gimana nih dinas pengairan….?

  4. kangzaboen, saya sangat menghargai usaha dan upaya anda dkk terhadap sungai Cidurian, semoga langkah tersebut mendidik masyarakat umum dan industri untuk lebih menaruh perhatian akan sungai, yang, sumber kehidupan anak cucu kita kelak. wassalam

  5. Rw 01 yang ada disempadan sungai cidurian sedang terus berupaya supaya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah kekali terus dilakukan,dengan pembuatan bofori biokomposter dihalaman rumah warga,tapi kami juga mengusulkan agar dikelurahan jatisari ada TPS agar kami bisa menekan biaya untuk pengangkutan sampah ke TPS yang begitu jauh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s