Jomblo

Jomblo adalah bahasa Sunda, setidaknya itulah yang saya tahu, ternyata saat ini banyak dipakai di kalangan anak muda bahkan ahirnya di bahasa umum kata jomblo sering dipakai. Tidak seperti kata baheula (dahulu) atau keukeuh (tetap pada pendirian) masih sesuai dengan makna dan konotasinya asli dalam bahasa Sunda, jomblo telah berubah baik makna maupun konotasinya.

Zaman dahulu, mungkin belum 20 tahun yang lalu, di tanah Sunda kalau mengartikan kata jomblo adalah belum saja memiliki jodoh; sudah tua tidak kawin-kawin; lama tidak ada yang naksir; bahkan tidak laku. Konotasinya juga cenderung tidak enak, bahkan buruk. Lebih dari itu kata  jomblo juga dikonotasikan dengan orang yang diguna-gunai oleh seseorang yang disakiti hatinya, misalnya karena ditolak cintanya, untuk menjadi jomblo! Jadi dahulu kalau menyebut seseorang dengan kata jomblo adalah kira-kira konotasinya buruk dan penghinaan, jadi jika ingin memelihara “perdamaian” jangan sampai mengatakan jomblo kepeda seseorang.

Seiring dengan perkembangan zaman, makna dan konotasi kata jomblo sudah berubah menjadi lebih ramah lingkungan (tak sampai begitunya kale!), sekarang bukan lagi penghinaan malah jika pandai-pandai menempatkan kata bisa menjadi makna yang membanggakan menjadi jomblo itu. Jomblo sekarang lebih dimaknai masih sendiri atau masih belum ingin punya pacar.

Jadi ungkapan-ungkapan,

“Sudah menikah atau jomblo?”

“Belum saya masih jomblo”

“Dia sedang jomblo, yu kita dekati!”

menjadi nyaman dan sah-sah saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s