Roti Bumbu Kosambi

Pengetahuan saya akan roti di Kota Bandung sangat sedikit, tapi sangat ingin menulis tentang makanan menak baheula ini.  Saja ingat sebelum tahun 1965 makanan  semacam roti di kalangan rakyat biasa adalah seperti sebutan kue pasar, kue pancong, kue robur, dan juga kue jibeuh; hiji oge seubeuh (satu juga kenyang). Kue-kue ni dimakan pada waktu sore, malam, bahkan pagi hari dinikmati bersama kopi panas di udara Bandung yang masih halimunan (berkabut) di pagi hari.

Mulai tahun 65-an muncul seperti jamur di musim hujan roti-roti yang memang bukan roti bohongan tapi roti bagus bahannya dari tepung terigu. Dijual dijajakan dengan memakai roda atau mangkal di sudut keramaian dengan sebutan roti bumbu. Rotinya ada roti bentuk biasa atau ada roti yang disebut roti kasino yang bentuknya seperti kartu disusun.

Nah roti rakyat yang lebih enak dari roti pasar jibeuh ini persis seperti roti gedongan demikian juga bumbunya mentega, gula, kacang, serbuk coklat mises, dan juga selai nanas. Lazimnya roti-roti tersebut setelah diberi bumbu langsung dibakar, lebih enak, lebih kres.

Saya ingin agak menyimpang sedikit, hampir bersamaan dengan munculnya roti bumbu di kalangan mayarakat kebanyakan Kota Bandung, setelah tahun 65 itu kelihatan mulai muncul makanan jajanan bernama martabak manis. Martabak manis yang berbumbu mentega, taburan gula putih, kacang tanah tumbuk, juga sesuai permintaan ditaburi parutan keju, sampai sekarang masih banyak akan tetapi dijual bersamaan dengan martabak telur yang rasanya asin.

Toko Roti Bumbu di Kosambi

Tidak seperti martabak manis yang terus bertahan, roti bumbu malahan mandeg dan tidak sepopuler dahulu setelah tahun 65-an lagi. Tapi jika Anda ingin roti bumbu bakar seperti dahulu, rasanya masih mirip yaitu tempatnya berada di sekitar Pasar Kosambi Bandung. Tapi tidak lagi dijajakan di roda dorong akan tetapi di toko. Roti kasino bumbu dengan dibakar paling murah harganya Rp 12.500, terus harga berurutan lebih naik tergantung bumbunya yang semakin variatif.

Kemasan roti sekarang

Kemasan roti bumbunya sekarang lebih bagus kalau dahulu dibungkus dengan koran bekas kemudian ditenteng memakai kresek hitam.

2 thoughts on “Roti Bumbu Kosambi

  1. Hatur nuhun pak Eman, tulisan ini mengingatkan saya kembali akan masa kanak-kanak saya yang indah di Kota Bandung yang masih berkabut waktu saya masih kecil dulu…

  2. Ada buku menarik cerita tahun 60 – 70an namanya buku “Basa Bandung Halimunan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s