Hubungan Mertua dan Menantu

Hubungan menantu dan mertua adalah istimewa sekaligus unik. Kemungkinan bertitik tolak pada segannya menantu kepada mertua. Kenapa harus segan? Berbagai alasan, pertama mertua adalah orang tuanya suami atau istri, ini berarti harus dihormati. Kedua secara “mendadak” harus mempunyai orang tua baru yang belun faham menyikapinya. Ketiga  adalah mertua selalu “menilai” terus menantu, dan menantu merasa “dinilai” terus oleh mertua.

Tetapi kadang relasi atau hubungan menantu dan mertua ini banyak yang gagal, jelasnya banyak yang tidak berhasil. Mungkin jika mau berhumor bahwa yang paling ditakuti setelah harimau adalah mertua. Banyak yang menghindar, atau lebih baik jangan terlalu sering bertemu. Kalau ke orang tua sendiri sedikit “kurang ajar” biasanya bisa dimaafkan. Tetapi jangan coba-coba “kurang ajar” kepada mertua, bisa repot nanti.

Dari kacamata mertua, bahwa menantu itu adalah bukan anaknya, dan secara mendadak harus dianggap sebagai anak. Kepada anak jelas hapal sekali karakter dan sipat pribadinya, karena memang dia yang membesarkannya. Perilaku mantu dirasakan oleh mertua atau pandangan mertua merasa jauh berbeda dengan anaknya. Coba lihat kalau tinggal serumah, rasanya mulai dari tidurnya, makannya, tindak tanduknya, cara duduk dan berdiri, sikap terhadap adik atau kakak suami atau istri sepertinya beda dengan anaknya. Dan itu harus diterima apa adanya karena sang anak mencintainya.

Dari kacamata menantu, bahwa mertua adalah bukan bapak atau ibunya. Banyak hal-hal yang berbeda, segalanya berbeda dan ini dipaksakan harus menganggap orang tuanya. Ini sepertinya yang paling sulit. Apalagi dalam rumah tanggapun adalah masih banyak yang harus dipelajari apatah lagi ditambah harus mempelajari perlakuan khusus terhadap mertua.

Ada nasehat yang bisa membantu untuk mengatasi atau sedikit membantu “mencairkan” hubungan mertua dan menantu. Bahwa mereka adalah individu yang berbeda, jelas banyak bedanya apalagi kalau diperhatikan secara detil perilaku satu persatu. Ini jelas tidak bisa dipersamakan dengan anak si mertua. Jadi biarkan beda biarkan membawakan dirinya sendiri, terima dari kedua belah pihak apa adanya. Jangan memaksakan kehendak masing-masing. Mertua jangan berupaya untuk “mendidik” mantunya. Walau bagaimana tak akan bisa, dan sudah bukan waktunya lagi. Mertua harus berpendapat bahwa pilihan anaknya adalah pilihan terbaik dan itu harus diterima. Jadi apabila ada kekurangan menantu disana sini seyogianya diterima saja sebagai bumbu kehidupan, apalagi anak kita berbahagia dengan pasangan hidupnya. Satu lagi yang harus dicamkan bahwa anak sang mertua sendiri banyak kekurangannya juga bukan?

6 thoughts on “Hubungan Mertua dan Menantu

  1. Hallo Miyosi Chan anda dimana? terima kasih sudah berkunjung, walau hanya senyum itu juga ibadah bukan?

  2. salam,
    saya mau shareing ini,
    saat ini mertua saya tinggal dgn kami, mertua sudah pisah dgn mertua laki2(tdk cerai) 15 thn, mertua saya itu rohani banget, karena rohani nya itu setiap hari kami ditanya2 apakah sudah berdoa, hari ini harus pergi ibadahlah, tidak boleh mendengar lagu dunialah, dan paling yang membuat saya tidak betah tingal dirumah suami …untuk urusan rumah saja mertua yang mengatur…(Sebelum menikah mertua sudah ikut ke rumah suami dikarenakan suami anak tunggal), menurut saudara apa yang hrs dilakukan mengingat suami anak tunggal tidak mungkin untuk pisah rumah….

  3. Pertama kali harus Anda camkan bahwa kebahagiaan hidup termasuk kebahagiaan berumah tangga tidak akan datang tiba-tiba dari langit akan tetapi harus diperjuangkan, dan bahkan perlu pengorbanan. Anda harus menolong diri sendiri untuk mencapai kebahagiaan itu, lalu mengajak suami untuk mencapainya bersama-sama.

    Berikut, jika Anda mencintai suami Anda, dan itulah sebabnya nemgapa Anda mau menikah dengannya, berarti Anda harus mencintai dan menerima apa yang ada pada diri suami Anda termasuk apa yang menjadi tanggung jawab suami yaitu mencintai mertua Anda. Percayalah jika Anda “berkorban” untuk belajar mencintai mertua Anda atau bahkan mencintai saudara-saudara suami, rasakanlah nanti Anda akan mendapat balasan dari suami hal yang serupa, karena dalam berumah tangga itu akan saling meniru dan saling mempengaruhi.

    Mengenai apa yang disebut “rohani” oleh anda, sangat wajar kalau anda turuti kemauan mertua toh itu bukan anjuran berbuat kejahatan bahkan kalau anda mencoba untuk merenungi semuanya akan anda rasakan bahwa itu adalah akan memperbaiki Anda untuk mencapai apa yang disebut akhlak mulia.

    Bersabarlah, nanti seiring dengan waktu anda akan semakin mengerti dan semakin berpengalaman dalam mengelola hubungan mantu dan mertua atau sebaliknya sebab ini adalah bagian dari perjuangan untuk mencapai kebahagiaan tersebut.

  4. sekedar berbagi
    hubungan saya dengan mertua kurang harmonis, tapi saya masih bersyukur, kami tak tinggal serumah. kami di sumatra, mertua di jawa. apabila kami berhari raya ketemuan bareng dengan menantu yang lain di rumah mertua, saya seolah-oleh dianggap sebagai pembantu, disuruh masak, nyuci, dll, sedang menantu yang lain tidak. bahkan saya disuruh membereskan barang-barang menantu yang lain atau memasakkan lauk untuk anak-anak mereka, sedang mereka sendiri asyik ngobrol. pernah suatu kali mereka makan dengan makanan enak, ayam dsb, sedang untuk saya cuma disisakan kangkung rebus dan tempe, sementara saya yang sibuk menyiapkan hidangan untuk mereka. saya sering sakit hati dan menangis. apa mentang-mentang saya berasal dari keluarga miskin, sedang mereka semuanya kaya, sempat saya berfikir begitu. pernah juga suatu hari saya didorong oleh ibu mertua saya waktu beliau menyuruh saya mengerjakan sesuatu. bahkan saya hampir terjungkal waktu itu. saya merasa disia-siakan….suami saya nggak tau perlakuan mereka ke saya, karena waktu di depan orang lain, mertua bersikap sangat baik ke saya. cemoohan dan kata-kata kasar pun sering saya terima dari mereka…ini tahun ke 5 pernikahan saya.

  5. Yg sabar buat mb nana,kesabaran mb pst aakn berbuah mAnis.biar Allah yg membalasx.berserah diri kpd Allah adalh kunci utama..ga ada salahx bicarakn sm suami..sy turut prihatin dgar kisah mb.skali lg yg sabar mb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s