Lagu “Jangan Menyerah” D’Masiv Tidak Konsisten?

Suatu saat saya menonton salah satu acara di TV yaitu “Hitam Putih” yang acara tersebut dipandu oleh pesulap terkenal Deddy Corbuzier. Pada saat itu sedang menampilkan atau menghadirkan personil grup band terkenal D’Masiv.

Gaya Deddy Corbuzier menjadi pemandu acara adalah khas, misal biasa dengan bentakan-bentakan, pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga, bisa membuat gelagapan yang ditanya. Tapi memang gayanya begitu sebab kadang pertanyaannya juga boleh dijawab serius atau dijawab dengan canda dan humor tak masalah. Bahkan kadang Deddy Corbuzier bertanya kepada artis tamu yang dihadirkan akan tetapi ketika baru saja akan dijawab malahan langsung acaranya ditutup dengan jeda iklan. Tidak masalah bagi penonton okey-okey saja.

Tiba-tiba saat acara tersebut tanpa diduga Deddy Cobuzier menyatakan kepada vokalis D’Masiv bahwa lirik lagu “Jangan Menyerah” tidak konsisten. Si vokalis sampai secara cepat mengulang menyanyikannya untuk mencari adanya ketidak konsistenan dalam liriknya tersebut. Saya juga sampai selesai acara merasa bertanya-tanya bagian mana dari lirik lagu tersebut yang tidak konsisten.

Karena saya terus penasaran maka saya googling di internet untuk mencari lirik lagu tersebut, bait-baitnya begini:

Jangan Menyerah
oleh: D’Masiv

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Reff 1:
Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Back to: Reff 1

Reff 2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Bridge:
Jangan menyerah (6x)

Back to: Reff 1 & Reff 2

Coda:
Dan tak kenal putus asa (2x)

Saya mencarinya ternyata tidak menemukan bagian mana yang tidak konsisten itu. Kalau ada yang dianggap oleh Deddy tidak konsisten mungkin kata-kata “Syukuri apa yang ada” dibandingkan dengan kalimat “Jangan menyerah”. Kalau dari sisi saya bukan tidak konsisten akan tetapi maksudnya syukuri saja dulu apa yang telah didapat, kemudian berikutnya jangan menyerah tapi tetap berupaya agar lain waktu bisa berhasil.

Mungkin jika kalimat “Syukuri apa yang ada” dimaknai dengan putus asa, atau diartikan sudah saja sampai disitu mengapa harus berusaha lagi, baru tidak konsisten dengan kalimat  “Jangan menyerah”.  Kadang-kadang mungkin prinsip-prinsip hidup, ajaran-ajaran tentang kehidupan, banyak dari kita mempunya pegangan yang berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s