Membiasakan Diri Mengucapkan “Terima kasih”

Gambar diambil dari donnyverdian.net

Saya ingin memulai dengan arti terimakasih dari kamus yakni KBBI online bahwa, te·ri·ma ka·sih n rasa syukur; ber·te·ri·ma ka·sih v mengucap syukur;  melahirkan rasa syukur atau membalas budi setelah menerima kebaikan dsb.

Menyangkut judul di atas saya selalu teringat pengalaman puluhan tahun yang lalu yang pertama yaitu, kebiasaan atau tradisi di suatu lembaga pendidikan atau yayasan tempat saya mulai bekerja, yaitu tradisi mendidik pegawainya juga anak didiknya untuk care terhadap orang lain dengan harus membiasaan diri mengucapkan selamat dan mengucapkan terima kasih.

Keduanya teringat akan ceramah seorang mubaligh bahwa senyum kepada sesama adalah suatu ibadah, janganlah selalu memasang muka merengut bahkan ustadz tersebut menyebutkan memasang muka beruang, saya merasa lucu dengan perumpamaan itu, itulah sebabnya saya selalu ingat.

Pengalaman saya yang masih yunior di lingkungan pekerjaan baru, dimana saya masih hijau, mentah, masih perlu bimbingan dalam pergaulan di lingkungan pekerjaan. Yang saya ingat adalah saya sejak pagi selalu mendapatkan ucapan Selamat. Selamat datang, selamat istirahat, selamat jalan, bahkan selamat makan. Karena saya tidak biasa diberikan ucapan selamat, saya sampai kebingungan harus menjawab apa. Ternyata balasan ucapan tersebut cukup dengan terima kasih.  Sebaliknya dari itu saya juga harus memperhatikan orang lain juga harus belajar mengucapakan selamat, tanda care terhadap orang lain.

Selanjutnya tempat bekerja itu telah lama saya tinggalkan karena pindah tempat kerja lain, meskipun di tempat kerja baru tidak ada tradisi wajib mengucapkan selamat dan terima kasih tersebut, selanjutnya saya menerapkan tradisi tersebut kepada keluarga. Kemudian juga saya perluas pengucapan terima kasih ketika bergaul dengan masyarakat luas yaitu ketika mendapatkan pelayanan yang baik, ketika mendapatkan pujian, ketika menerima ucapan selamat, kapan pun dan dimana pun. Ternyata orang lain sangat senang dengan perlakuan kita asal dilakukan dengan ikhlas dan wajar.

Ternyata dengan sering mengucapkan selamat dan terima kasih rasanya tenteram hidup ini, saling care dan saling menghargai atas jasa baik yang telah dibuat, apalagi dengan selalu memasang muka manis, tidak memasang muka beruang, rasanya semakin damai termasuk dalam kehidupan berumah tangga.

Terimakasih juga adalah ucapan yang paling sejuk dan bersahabat, selain itu berterima kasih artinya juga bersyukur kepada Tuhan atas segala rahmat dan karunianya.

2 thoughts on “Membiasakan Diri Mengucapkan “Terima kasih”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s