Orang Sunda, Ciri Khasnya

Ada pengalaman menarik, dahulu ketika saya masih aktif dinas bekerja di Kalimantan Timur, rekan-rekan sekerja terdiri dari berbagai suku bangsa hampir dari seluruh Indonesia. Tentu saja kami ketika berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang dimengerti semua orang. Tapi meski berbicara bahasa nasional akan tetapi tetap ketahuan dari mana asal sukunya misal dari suku Sunda, Jawa, Madura, Bali, Padang, Batak, Bugis, dan banyak lagi.

Suatu saat teman saya dari suku Jawa bertanya mengapa orang Sunda kalau mengucapkan suatu kata yang berahiran huruf hidup yaitu a, i, u, e, o, kedengarannya  seperti memakai ujung suara huruf  “k”.

“Ah masa” kata saya.

“Itu, menyebut masa juga diakhiri dengan suara huruf  “k”   “katanya

Pembicaraan mengenai hal tersebut tidak berkepanjangan, maklum kami berkawan akrab dan itu dikatakan sambil bergurau. Tapi bagi saya pribadi tidak berhenti sampai disitu, setelah sendirian saya sebagai orang Sunda mencoba membunyikan huruf hidup di akhir kata dengan puluhan kata tersebut, ternyata memang betul saya sendiri kalau membunyikan huruf vokal yaitu a, i, u, e, o, diakhir kata selalu kedengaran memakai ujung seolah berbunyi huruf  “k”. Sebagai contoh kata-kata pergi seperti berbunyi pergi’ atau pergik, KTP seperti berbunyi KTP’ atau KaTePek, demikian juga nama orang seperti Somantri jadi Somantrik, Aa menjadi Aak, Uu menjadi Uuk, Nana menjadi Nanak, dan seterusnya.

Setelah yakin bahwa memang saya melakukan “kesalahan” pengucapan tersebut, kemudian saya memperhatikan bagaimana orang Sunda lain mengucapkan kata-kata dengan ahiran huruf vokal a, i, u, e, o, tersebut, eh.. ternyata betul hampir semuanya melakukan “kesalahan” serupa.

Ternyata orang Sunda memang iya kalau mengucapkan kata-kata yang berakhiran a, i, u, e, o, selalu diahiri mendadak (dicentokeun) sehingga kedengaran seperti berujung bunyi “k”. Belakangan saya membaca tulisan kang Ajip Rosidi bahwa iya memang dia juga menyadari hal tersebut.

Kumahak atuh mauk dirubah jugak tidak bisak, sudah dari sananya!”

4 thoughts on “Orang Sunda, Ciri Khasnya

  1. Kunaon atuh eta teh = Mengapa bisa begitu,
    Kunaon atuh Teh = Mengapa Kak (untuk perempuan).
    he he he saya kebetulan laki-laki,
    Ah, sekedar bergurau, terima kasih sudah berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s