Yakin Akan Pengobatan Alternatif

Saudara perempuan saya, seorang guru SD usia hampir 60 tahun, sudah lama ditinggal mati suaminya, saat ini sedang menderita suatu penyakit. Penyakitnya itu adalah adanya benjolan daging di sekitar lehernya, sementara sebutlah tumor. Dia sudah memeriksakan dirinya ke dokter penyakit dalam bahkan dirujukkannya ke dokter spesialis ahli bedah umum, dan dianjurkan untuk agar tumor itu diangkat saja. Akan tetapi, inilah yang menjadi masalah yang berkepanjangan, dia tidak mau untuk dioperasi.

Karena itu, terus dia memilih pengobatan alternatif, dimaksud adalah non medis, artinya tidak dengan dokter. Karena pengobatan nonmedis, tentu saja biayanya tidak bisa di-cover oleh askes. Dan meskipun pengobatan herbal, tradisional, atau penanganannya oleh seorang kiai, atau yang disebut alternatif itu, tetap saja harus mengeluarkan biaya. Terus terangnya dia sendiri merasa tidak mampu untuk membiayai pengobatan tersebut, apalagi merencanakan delapan kali kunjungan.

Kalau ingin tahu detil berapa dan untuk apa saja biaya yang harus dia keluarkan saudara saya itu untuk berobat alternatif tersebut adalah, untuk Pak Kiai yang melakukan pengobatan Rp 50.000, untuk obatnya (biasanya semacam air dan jamu) Rp 160.000, ongkos jalan Rp 200.000 karena harus menyewa kendaraan dari kampung dengan jarak 40 Km. Jadi kalau ditotal biaya sekali kunjungan yang harus dikeluarkan sebesar Rp 400.000 lebih, dan itu jelas berat bagi seorang pegawai negeri.

Padahal apabila tumor itu diangkat oleh akhlinya yakni oleh dokter spesialis bedah umum kemungkinan akan cepat selesai, dan tentunya tindakan itu bisa dipertanggungjawabkan secara rasional. Disamping itu biaya operasi dan perawatan bisa menggunakan kartu asuransi kesehatan tersebut, alias gratis. Coba bandingkan dengan biaya 8 kali kunjungan ke alternatif biayanya sudah mencapai Rp 3,2 juta.

Tentu saja barangkali semuanya sangat tergantung kepada saudara saya itu, karena dia yakin bahwa percaya dengan pengobatan alternatif akan sembuh. Saya berharap dan berdoa semoga dengan keyakinannya itu justru akan menyembuhkannya. Semoga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s