Menulis dan Melafalkan Huruf F, P, dan V

Saja sering mendengar dari percakapan-percakapan ataupun banyolan-banyolan bahwa katanya kebanyakan dari orang Sunda tidak bisa membedakan cara menulis huruf-huruf F, P, dan V. Bukan hanya tidak bisa membedakan menulisnya akan tetapi juga melafalkannya. Dahulu saya tidak begitu menaruh perhatian pada hal tersebut, tetapi belakangan mulai sadar bahwa sepertinya pernyataan di atas ada betulnya juga. Belakangan saya jadi sering memperhatikan kalau orang Sunda sedang berbicara dimana dalam melafalkan huruf-huruf F, P, dan V sering tertukar-tukar. Mungkinkah kebanyakan dari orang Sunda tidak menganggap penting membedakan cara melafalkan huruf-huruf tersebut?

Ternyata saya pribadi sebagai orang Sunda sering membut kekeliruan tersebut, tidak begitu jelas kapan saya mulai sadar bahwa saya sendiri sebetulnya sering membuat kekeliruan baik dalam menulis ataupun melafalkan hurf-huruf F, P, dan V tersebut.

Oleh karena itu  saya mulai memperhatikan huruf-huruf tersebut. Selanjutnya berupaya untuk belajar agar tidak banyak kesalahan dalam penggunaan huruf-huruf F, P, dan V itu. Salah satunya adalah dengan menghapal kata yang menggunakan huruf-huruf tersebut, misal saya mulai mengumpulkannya dari KBBI yaitu kata-kata: telepon, fisioterapi, therapi, alternatif, pesimistis, optimistis. Masih banyak memang, tapi mungkin sebagai langkah permulaan untuk introspeksi (sambil tidak yakin apa betul menulis introspeksi itu begitu).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s