Pengalaman Pribadi Dikerok Prostat (7)

Kontrol ke Klinik Dokter Spesialis Urolog

Seminggu setelah keluar dari perawatan saya diharuskan kontrol ke dokter spesialis urolog yang melakukan operasi. Kontrol kali ini terasa penuh rasa cemas pada diri saya, mengapa? Begini, setelah dilakukan tindakan pengerokan pada prostate, didapatkan jaringan, dan jaringan itu diperiksa PA (Pathology Anatomy), tentu saja harapan sederhana pemikiran saya, semoga hasilnya menggembirakan, artinya tidak ditemukan keganasan. Maunya sehat, baik, tidak terjadi sesuatu apapun yang menghawatirkan.

Ini saat menunggu keberangkatan ke klinik, sungguh kehawatiran sangat mendera. Sejak jam 11:30 siang saya telah berada di ruang tunggu klinik tersebut dan terus menunggu dokter yang rencananya mau mulai terima pasien pada jam 12:00. Tapi ternyata beliau baru datang jam 13:00, padahal selama menunggu saya ditimpa kecemasan, kehawatiran, takut pemeriksaan jaringan tersebut menyebutkan adanya keganasan.

Begitu giliran dipanggil masuk ke ruang praktek dokter saya merasa semakin kencang denyut jantung saya, ketika istri saya menanyakan ke dokter, dokter menjawab bahwa tidak ada keganasan. Dan saya langsung menyebutkan syukur kepada Allah SWT, alhamdulillah kepadaMU ya Allah.

Inilah hasil pemeriksaan jaringan tersebut:

Makroskopi: Keping-keping jaringan prostate hasil TURP seluruhnya berat 30 gram. Sebagian dibuat sediaan untuk histopatologi

Mikroskopi: Sebagian sediaan tampak terdiri atas keeping-keping jaringan prostate yang banyak mengandung kista-kista berukuran sedang dan dilapisi epitel torak yang proliteratif dan tersusun padat. Sebagian diantaranya tampak membentuk lipatan-lipatan yang membentuk struktur mirip renda (cribiformis). Stroma sekitarnya terdiri atas anyaman fibromusculer padat. Tidak ditemukan cirri-ciri keganasan.

Kesimpulan: Gambaran histopathology lebih mirip Benign Prostatic Hyperplasia.

Selanjutnya pemeriksaan saya anggap tak begitu penting, karena saking bahagianya saya bahwa pemeriksaan jaringan kerokan prostate tidak menunjukkan adanya sesuatu yang menghawatirkan. Saya diperiksa kandung kemih, sambil posisi tidur, dokter menanyakan kapan kencing terahir, setelah saya mengatakan satu jam yang lalu beliau mengatakan baik. Saya juga mengatakan bahwa kencing masih berwarna merah, dokter menyebutkan itu hal biasa.

Selanjutnya dokter menganjurkan bahwa untuk menghindari perdarahan saluran air kencing tersebut yaitu tetap dengan anjuran dahulu bahwa harus sering dan banyak minum, banyak makan buah, banyak makan sayuran, tidak boleh mengemudikan mobil, tidak boleh berolah raga, jangan mengedan, dan tidk boleh naik turun tangga. Bahkan menurut beliau batuk dan bersin pun harus diatur.

Kemudian saya dibekali obat antibiotika dan vitamin untuk selama 2 minggu, dan memang 2 minggu kemudian harus dikontrol kembali.

Sekian pengalaman pribadi saya mengalami dikerok kelenjar prostate.

Catatan:

  1. Istilah “pengerokan prostat” dipakai karena dokter urolognya sendiri menyebutkannya demikian. Belakangan ketika saya googling ditemukan keterangan lengkap dari klikdokter.com, bahwa yang dimaksud adalah operasi: Transurethral resection of the prostate (TURP), TURP merupakan metode paling sering digunakan dimana jaringan prostat yang menyumbat dibuang melalui sebuah alat yang dimasukkan melalui uretra (saluran kencing). Secara umum indikasi untuk metode TURP adalah pasien dengan gejala sumbatan yang menetap, progresif akibat pembesaran prostat, atau tidak dapat diobati dengan terapi obat lagi.
  2. Istilah pembengkakan kelenjar prostate adalah: BPH (benign prostatic hyperplasia) merupakan pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak  yang hanya timbul pada laki-laki yang biasanya pada usia pertengahan atau lanjut. Pada usia 40an, seorang pria mempunyai kemungkinan terkena BPH sebesar 25%. Menginjak usia 60-70 tahun, kemungkinannya menjadi 50%. Dan pada usia diatas 70 tahun, akan menjadi 90%.
  3. Cara pembiusan yang dilakukan terhadap saya adalah cara: Spinal anaesthesia.

Tamat

16 thoughts on “Pengalaman Pribadi Dikerok Prostat (7)

  1. assalamu alaikum.. terimakasih atas tulisannya pak .. saat ini ayah saya (76th) sedang menerima ujian yang sama. tulisan bapak sangat bermanfaat untuk saya.. mohon doanya semoga penyakit ayah saya bisa disembuhkan dan tidak berbahaya.. amin ya Robbal’alamin.

  2. Oh, ayah anda pun kena pembengkakan prostat, sabar dan tawakal, ini sudah nasib laki-laki apalagi usia lanjut. Semoga ayah anda segera tersembuhkan, semoga ya Allah tologlah, amien

  3. trima kasih sekali pak..atas info dan cerita pendek nya…kebetulan bapak saya juga kena penyakit yg sama…saya mau tanya bapak melakukan operasi TURP di mana itu pak..?trus untuk masalah dana sampai brapa..?

  4. Dear P Eman..
    menarik sekalai membaca pengalaman anda saat menjalani operasi Prostat.
    Pak saya baca di Blog lain, pasca operasi Kerok prostat ( TURP ) maka pasien akan mengalami kesakitan luar biasa , spt kaki2 dan jari membengkak, persendian spt mau copot, pokona mah menderita weh.dll
    Saat ini saya mengalami pembesaran prostat, yamg seharusnya bulan Juni 2013, sdh harus menjalani oprasi, tapi saya kok jadi merinding setelah membaca Blog tsb. sehingga ingin beralih ke bedah dengan laser.
    Pertanyaan saya pak :
    – pasca operasi TURP pasien akan mengalami Retrograde ( nah nyamankah hal tsb/)
    – Betulkah kata,Orang2 jika oprasi Prostat pasti akan impoten.
    – Setelah oprasi kerok tsb apakah prostat akan tumbuh lagi?
    – Dimanakah bpk lakukan oprasinya? dan berapa besar biaya yg dikeluarkan, serta
    siapakah team dokternya?
    – dari tulisan Bpak kok kesan nya aman2 saja, tdk spt apa yang dikatakan teman dalam blognya.
    Atas perhatian saya ucapkan terima kasih
    salam
    Hairudin

  5. Pak, seperti yang saya tulis itu betul-betul pengalaman pribadi yang saya rasakan dan sama sekali aman dan tidak ada hal-hal yang menghawatirkan seperti yang bapak sebutkan. Memang kekhawatiran sebelumnya saya juga mengalami akan tetapi setelah pengerokan prostat tersebut betul-betul plong dan seperti semula. Menurut saya aman dan tak perlu was-was.

  6. Trimakasih pak, atas infonya, hanya bolehkah sy tahu di RS mana Bpk lakukan oprasinya..? trimakasih
    salam..

  7. Operasinya di RS Borromeus Bandung, semoga bapak mendapatkan kelancaran. Wassalam

  8. Pak, tlng tny pa bener resiko operasi turp adalah ejakulasi kering? Mkdnya saat orgasm sperma tidak memanjar keluar

  9. Pak Eko, tidak sama sekali tidak terjadi ejakulasi kering seperti yang bpk maksud. Biasa saja sebagaimana sebelum pengerokan prostat dilakukan, malahan terasa lebih lancar

  10. saya baru 2 minggu operasi prostat(TUR) kok kencing masih berdarah ya pak,mohon saran bapak

  11. setelah operasi tur prostat kok sdh 2 minggu masih ada darah yang keluar ya pak?mohon infonya

  12. Rasanya saya juga agak lama kencing masih terus berdarah tapi lama kelamaan juga berhenti, setiap orang berbeda mungkin, tapi kalau terus menerus dikontrol dokter lagi saja

  13. Pak Eman terima kasih atas sharingnya. Ayah saya memutuskan untuk operasi prostat dalam waktu dekat ini. Kalo boleh tahu saat operasi di RS Boromeus siapa dokter yang menangani bapa?
    Oh ya saat ini ayah saya berumur 73 th. Terima kasih Pa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s