Pengalaman Pribadi Dikerok Prostat (6)


Pasca Operasi Pengerokan Prostat

Karena pembiusan hanya bagian bawah badan dan bagian atas saya sadar sepenuhnya, maka begitu selesai operasi saya dalam kondisi ingat dan dalam keadaan baik-baik saja. Maksudnya tidak ada perasaan pusing atau mual sebagaimana ditemukan pada pembiusan total.

Saya masuk lagi ke ruang perawatan, juga masih tetap dipasang kateter pada saluran air kemih, kateter bercabang tiga ini salah satu cabangnya untuk memasukkan cairan pencuci. Disamping itu juga masih terpasang cairan infus, karena disamping memasukkan cairan juga pengobatan antibiotika lewat selang infus ini terus dilakukan. Terus terang dengan dipasangnya kateter dan cairan infus saya merasa terbelengu, padahal pelan-pelan bekas operasi sudah tidak terasa sakit, badan sudah mulai merasa agak segar, dan air kencing yang melalui selang kateter keluar sendirinya tanpa hambatan.

Pada hari ketiga setelah operasi pengerokan, selang infus dan cairan drainage dilepas oleh suster perawat atas perintah dokter. Sebagian “antene” yang terpasang pada badan saya sudah dicopot, selanjutnya sepanjang hari saya jalan-jalan di kamar perawatan dan sesekali berjalan sambil tetap menenteng penampung urin. Saya sudah kuat berjalan-jalan di lorong zal perawatan sekalian berlatih, sebab sudah hampir 2 minggu saya terkurung di tempat tidur atau hanya di seputar kamar saja.

Pada hari keempat setelah operasi pengerokan prostat tersebut, kateter dibuka oleh perawat, tidak ada perasaan sakit ketika pembukaan kateter, dan plong rasanya karena tidak ada lagi benda menempel di badan. Dengan pencopotan kateter artinya fungsi saluran air kencing harus menjalankan fungsinya sendiri, artinya fungsi menahan air kencing, membuka saluran air kencing, bahkan memancurkan air kencing.

Sewaktu ada perasaan mau buang air kecil, saya merasa sedikit cemas apa yang akan terjadi, ternyata saya bisa menahan “klep” untuk agar kencing jangan segera keluar, setelah di tempat kencing baru saya membukanya, kemudian byur air kencing keluar dengan sendirinya dalam jumlah banyak dan deras, masih berwarna kemerahan karena bercampur darah. Dan ini yang paling melegakan semua air kencing rasanya keluar dan tidak ada lagi perasaan ada tersisa air kemih yang dulu saya rasakan sebelum dilakukan operasi .

Pada hari kelima setelah operasi, saya diizinkan pulang dari ruang perawatan, karena fungsi saluran air kencing telah berjalan baik, terus badan saya tidak ada lagi terasa demam, betul-betul merasa sedang maju ke arah kesembuhan. Hitung punya hitung ternyata saya dirawat inap untuk pembengkakan kelenjar prostat ini selama 11 hari.

Pasca operasi ini selama satu bulan diharuskan untuk banyak makan sayur, banyak makan buah-buahan, jangan naik tangga, jangan berolah raga, jangan mengemudikan mobil, dan jangan melakukan hubungan suami istri. Kemudian seminggu setelah keluar dari ruang perawatan, saya diharuskan untuk kontrol ke dokter urolog.

Dilanjutkan…

6 thoughts on “Pengalaman Pribadi Dikerok Prostat (6)

  1. Sy jg mengalami hal yg sama tapi bedanya kencing saya masih belum lancar setelah 4 bulan pasca operasi

  2. Konsultasi lagi dengan Urolognya Pak, kalau saya sudah hampir 2 tahun pasca pengerokan alhamdulillah kencing lancar. Semoga Bapak segera mendapatkan kesembuhan. Terima kasih, wassalam

  3. dimanakah tempat operasi prostat yang recomended, biaya terjangkau dan hasil memuaskan??
    mohon masukan.

  4. saya sudah hampir 3 bulan juga belum lancar tetapi juga sering ngompol

  5. Pak boleh saya minta alamat rumah sakitnya dan nama dokternya sebab saya butuh dokter pengalaman yang sudah terbukti baik. Tolong email saya. Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s