Jangan Biarkan Waria Dilecehkan

Sabtu, 01 Mei 2010 | 00:58 WIB

Penyerbuan oleh Front Pembela Islam terhadap sekelompok waria di Depok, Jawa Barat, kemarin sungguh memprihatinkan. Dengan alasan apa pun, kekerasan seperti ini tak bisa dibenarkan, dan seharusnya polisi tidak membiarkannya. Sebab, setiap orang yang hidup di negeri ini jelas berhak atas perlakuan dan perlindungan yang sama di depan hukum.

Perlakuan buruk itu dialami para waria justru ketika mereka menjalani semacam kursus tentang hak asasi manusia yang diberikan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Lembaga yang didirikan negara untuk menegakkan hak asasi manusia di negeri ini tersebut seolah dilecehkan. Itu sebabnya, penegak hukum harus mengusut kejadian ini.

Tindakan yang tegas secara hukum amat penting dilakukan karena kejadian seperti ini bukanlah yang pertama. Selama ini komunitas waria kerap mendapat teror dan serangan fisik. Mereka tidak leluasa mengikuti kegiatan sebagaimana layaknya kelompok masyarakat yang lain. Beberapa tahun lalu, misalnya, sekelompok orang tiba-tiba menyerbu acara lembaga Gesang Solo yang sedang melakukan sosialisasi HIV dan AIDS kepada para waria.

Serangan seperti itu menambah derita kaum waria, yang telah termarginalkan. Mereka tak mungkin leluasa bekerja di lembaga pemerintah jika tidak menanggalkan atau menyembunyikan kewariaannya. Kaum waria juga kesulitan menduduki jabatan publik. Harus diakui, masalah ini amat sensitif. Pengakuan atas waria sebagai jenis kelamin sendiri jelas akan mengundang polemik yang sengit. Di dunia ini pun hanya segelintir negara yang telah mengakuinya. Tapi setidaknya pemerintah harus melindungi hak mereka yang paling mendasar, yakni mendapat rasa aman.

Hak mereka untuk bebas dari rasa takut pun dijamin oleh konstitusi. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia jelas pula melindungi semua orang dari perlakuan diskriminasi. Ditegaskan pula dalam pasal 5 undang-undang ini bahwa setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat yang rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlindungan lebih berkenaan dengan kekhususannya.

Kekerasan demi kekerasan yang terus terjadi terhadap kaum waria menunjukkan bahwa negara belum melakukan kewajibannya. Seharusnya tidak ada keraguan untuk membela dan melindungi mereka. Sebab, langkah itu bukanlah untuk melindungi kewariaan mereka, melainkan melindungi hak dan harkat mereka sebagai manusia.

Perlindungan terhadap hak dasar kaum waria pada akhirnya juga akan bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini akan membuat komunitas waria menjadi lebih terbuka, sehingga aneka program yang penting untuk kelompok ini bisa dengan gampang diselenggarakan. Misalnya penyuluhan HIV dan AIDS seperti yang pernah dilakukan lembaga Gesang Solo.

Sungguh berbahaya jika kekerasan terhadap waria dibiarkan. Sebab, negara bukan hanya dianggap tidak berdaya mengatasi anarkisme, tapi juga tak mampu melindungi seluruh rakyatnya.

Sumber: tempointeraktif.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s