Petugas KUA Telat Datang

Dalam sebuah pernikahan, petugas KUA mutlak harus hadir, meskipun pada perkawinan cara Islam itu bukan rukun sahnya sebuah perkawinan. Mengapa harus disaksikan petugas KUA, karena harus dicatatkan  sebagai sebuah perkawinan yang akan dianggap  sah oleh negara. Jadi betapa pentingnya kehadiran petugas KUA itu. Panitia bisa pusing tujuh keliling jika pada saatnya akad akan dimulai tetapi “penghulu” belum hadir.

Itulah yang saya alami ketika saya diberi kepercayaan menjadi ketua panitia sebuah acara pernikahan. Saya telah menunjuk salah seorang kakak pengantin untuk tugas ini yaitu menjemput petugas KUA dan terus mendampingi sampai acara akad nikah dimulai. Dalam beberapa kali rapat persiapan, selalu saya tekankan betapa pentingnya tugas menjemput petugas KUA tersebut. Dan si kakak pengantin itu menyatakan siap dan sanggup, barangkali kalau tentara harus berteriak “siap Pak!” begitu.

Sampailah pada hari H dimana akad nikah akan dilaksanakan. Pagi-pagi sekali saya suda cek satu demi satu persiapan untuk dilaksanakannya sebuah akad nikah. Dan juga paling awal saya tanyakan bagaimana penjemputan petugas KUA. Dia masih tetap menjawab: “Siap Pak!” Meski dalam hati saya bertanya-tanya mengapa masih belum berangkat juga padahal acara akad nikah sekitar 2 jam lagi. Saya ahirnya mengucapkan syukur alhamdulillah ketika dia melaporkan bahwa petugas KUA sudah ada dia mesjid tempat acara akad nikah akan diselenggarakan.

Saya langsung menuju mesjid, letak mesjid relatif dekat dengan rumah pengantin, akad nikah tinggal setengah jam lagi sesuai dengan yang direncanakan. Apa yang terjadi coba? Ternyata petugas KUA tidak ada di tempat, dan bertanya ke orang-orang yang sudah ada disitu semuanya mengatakan tidak tahu dan tidak melihat petugas KUA. Masya allah!

Kemudian saya langsung menelepunnya lewat HP untungnya saya menyimpan nomornya. Apa yang terjadi? Petugas KUA yang hanya sendiri itu ternyata naik angkot menuju ke mesjid tempat dilaksanakan akad nikah tersebut. Saya langsung menuju tepi jalan dan menunggu petugas KUA tersebut turun dari angkot dan tidak akan banyak bertanya akan dibawa ke tempat akad nikah.

Meskipun sempat sport jantung sampai 15 menit akan tetapi alhamdulillah selanjutnya acara akad nikah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Sesusai akad nikah saya langsung “mengadili” si kakak pengantin. Pertama dia meminta maaf, dan keduanya saya tidak akan memperpanjang masalah karena toh kepanitiaan ini tidak akan pernah bekerja untuk kedua kalinya, tak perlu dievaluasi. Tapi saya tetap penasaran mengapa bisa terjadi keterlambatan seperti itu.

Ternyata si kakak pengantin ini untuk menjemput petugas KUA menyuruh lagi orang kepercayaannya. Karena apa? karena dia ngantri untuk didandani oleh juru rias, biarpun lelaki, sebab akan menjadi pengiring mempelai pada acara “mapag panganten“. Dan selanjutnya ketika si petugas KUA dijemput ke rumahnya ternyata sudah pergi, karena katanya,  sudah lama menunggu jemputan tidak datang-datang,  makanya beliau petugas KUA itu berinisiatf naik kendaraan angkutan kota saja. Mengapa saya dilapori bahwa petugas KUA sudah ada di mesjid? Maksudnya laporan bahwa si petugas KUA sudah berangkat dari rumahnya dan diperkirakan sudah sampai di mesjid.

Semoga hal ini menjadi pelajaran bagi saya dalam hal penugasan seseorang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s