Memelihara Kerukunan Rumah Tangga

Usia saya dan istri semakin lanjut, saya 64 sedang istri 58 tahun. Saya selalu berupaya untuk mencegah terjadinya perselisihan, pertengkaran, perbedaan pendapat yang diakibatkan oleh hal-hal yang sepele. Salah satu upaya saya yaitu, yaitu saya dan istri harus tahu rencana pada hari itu yang akan dilakukan, baik oleh saya maupun istri saya. Keduanya bagaimana menentukan sikap berdua terhadap sesuatu masalah atau hal, nanti akan saya beri contoh.

Cara untuk mengetahui rencana masing-masing adalah dengan  membicarakannya atau bertanya, umumnya saya yang bertanya, apa rencana hari ini, biasanya dilakukan sehabis sholat shubuh berjamaah. Tidak usah setiap hari, terutam yang sudah rutin dan masing-masing merasa nyaman sudah tidak usah dibicarakan lagi. Yang ditanyakan atau dibicarakan adalah rencana  yang belum tahu saja.

Semisal yang paling sederhana saja yaitu disetiap hari Minggu di komplek perumahan tempat saya tinggal ada digelar pasar dadakan. Nah istri saya hampir selalu setiap Minggu belanja berbagai keperluan. Saya selalu bertanya apa rencananya dan bagaimana saya membantunya. Misal nanti istri saya menelepun dari pasar  agar saya mengambilkan belanjaan yang relatif berat. Maka akan saya lakukan itu karena sudah ada kesepakatan sebelumnya.Selanjutnya ketika tugas saya membantunya selesai, maka tinggal acara dan kemauan saya sendiri, istri saya pun tidak menuntut apa-apa lagi. Biasanya saya olah raga jalan kaki dan internetan, rasanya karena saya sudah tahu sebelumnya apa yang hendak istri saya lakukan atau saya lakukan jadi selama ini rukun-rukun saja. Jelasnya tidak ada kesalahpahaman lagi, sekali lagi karena sudah dimengerti.

Berikut adalah memahami sikap masing-masing terhadap hal-hal atau persoalan yang dihadapi. Misalkan sikap terhadap anak yang sedang menghadapi permasalahan, atau yang paling sederhana apakah perlu hadir di suatu undangan arisan pensiunan atau tidak. Ini contoh saja, ada undangan rutin silaturahmi pensiunan rutin diselenggarakan setiap 3 bulan dua kali. Yang menjadi persoalan adalah jika pergi memerlukan biayayaitu minimum harus membeli bahan bakar untuk kendaraan. Maka saya membicarakan dengannya apakah akan pergi atau tidak. Dan begitu saja diputuskan untuk tidak datang misalnya.

Ada yang penting diperhatikan yaitu selagi membicarakan sesuatu masalah kita harus saling terbuka, jangan cepat tersinggung, dan jelasnya harus sabar. Obatnya begini, jangan merasa kalah kalau usulan atau pendapat kita tidak diterima oleh pasangan kita. Demikian juga kalau menerima pendapat atau usulannya harus dengan iklas menerimanya atau juga ikhlas menolaknya. Satu lagi, kalau sudah tua begini akan rugi , sekali lagi rugi, bahkan menyiksa diri kalau selalu dipakai bertengkar. Karena kita asaik bertengkar terus atau salah faham terus, tahu-tahu maut menjemput.

Semoga bisa diterapkan di pasangan-pasangan manula lainnya, denga kesabaran saya yakin bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s