Ibu Ju

Istri saya dan Ibu Ju zaman masih muda ikut serta dalam sebuah  grup gamelan Sunda Degung. Suatu saat Ibu Ju kebagian menjadi “sinden” saya ingat terus sampai sekarang lagunya “Jeruk Manis”. Karena Ibu Ju bukan seorang penyanyi lalu lagu itu nadanya tinggi, jadi nada tingginya tidak terkejar dan ahirnyatentu saja dibawakan tidak sempurna.

Meski begitu saya sangat menghargainya. Saat ini Ibu Ju demikian juga suaminya Pak ER sudah sama tuanya dengan saya sering bertemu di pasar kaget setiap hari Minggu, semuanya tinggal kenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s