Ibu A

Sewaktu baru saja saya pensiun, dan baru juga pindah lagi ke Bandung setelah merantau selama 24 tahun, saudara sepupu saya memberitahu bahwa Ibu A, barangkali sebutannya nenek A dan saya juga sudah Aki E ingin bertemu dengan saya. Bahkan beberapa kali menelepun saya mengundang saya untuk bertemu dengan beliau di rumahnya. Itu, pendapat saya, bahwa dia “kangen” ingin bertemu “anaknya” karena beliau adalah Ibu kos saya dahulu. Karena saya “bandel” tidak mau datang ke rumahnya, terpaksa beliau berkunjung ke rumah saya dengan disertai anaknya.

Apa yang terjadi setelah sama-sama melepas rindu, dia menawarkan kepada saya untuk barangkali saya mau membeli tanahnya yang berada di Majalaya. Tentu saja saya menolak karena sama sekali tidak berniat untuk membeli tanah. Dan ini pun saya telah salah duga. Sampai sekarang karena saya memang “si anak durhako” tidak pernah ada lagi berita darinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s