Pilih Kasih Kepada Anak? No Way!

Sebetulnya pandangan dari kacamata saya perhatian terhadap anak adalah tertuju kepada yang secara ekonomi kurang menguntungkan. Itu karena masalah di luar ekonomi keluarga belum ditemukan. Jadi apabila belum berhubungan atau tidak ada berita dari anak tersebut saya sudah mulai gelisah. Sedangkan kepada yang keadaan ekonomi keluarganya relatif baik saya merasa tenang.  Jadi bukan pilih kasih, anak yang secara ekonomi keluarganya sudah cukup mapan “biarkan” saja berbahagia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s