ANTARA SEKOLAH DAN KEHIDUPAN NYATA

Jum’at, 22 Januari 2010 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif,

AN EDUCATION
Sutradara    : Lone Scherfig
Skenario    : Nick Hornby
Berdasarkan memoar karya Lynn Barber
Pemain    : Alfred Molina, Carey Mulligan, Dominic Cooper, Emma Thompson, Olivia Williams, Peter Sarsgaard, Rosamund Pike

London 1962.
Menjadi remaja yang  dibesarkan di kawasan suburban  yang hidupnya begitu mudah ditebak, datar dan serba pas-pasan, tentu saja membuat para murid SMA ingin segera saja melesat keluar dari penjara kebosanan itu. Jenny (Carey Mulligan) , 16 tahun, cerdas dan cerdas, bekerja keras agar hidupnya yang begitu datar bisa berubah menjadi lebih bergelora jika dia diterima di Universitas Oxford. Dia menjadi kesayangan guru-guru, terutama guru sastra Inggris, karena bakat dan minatnya pada sastra dan seni. Untuk melangkah ke Universitas Oxford, Jenny bukan hanya belajar mati-matian, tetapi juga kursus Cello.
Tetapi di suatu siang ketika langit London tumpah hujan,   Jenny dan sang cello basah kuyup. Sebuah mobil mewah meluncur mengikutinya. David Gold(Peter Sarsgaard) , seornag lelaki dewasa, berusia 30-an, simpatik menawarkan Jenny untuk melindungi sang cello. Pertemuan di bawah hujan itu kemudian berlanjut dengan kencan menyaksikan konser, makan malam di restoran mewah di pusat kota London dan bahkan sebuah perjalanan ke Oxford.

An EducationOrangtua Jenny yang keras dan ambisius, Jack (Alfred Molina) dan Marjorie (Cara Seymour) dengan mudah ditipu dengan berbagai kebohongan agar puteri remajanya itu bisa diajak berlibur ke Oxford. Perlahan, Jenny mengetahui bagaimana David dan kawan-kawannya mencari “nafkah”. “Jangan sok borjuis,Jenny. Inilah cara kami mencari duit; tapi dengan apalagi kita bisa menikmati restoran mahal dan liburan ke Paris?”

Film yang diangkat dari memoar Lynn Barber dan skenarionya ditulis oleh sastrawan terkemuka Nick Hornby ini, sebuah film yang getir. Sesekali berkelebatan humor , meski humor itu tetap terasa kepahitan perbedaan kelas. Jack, ayah Jenny, yang selalu menggerutu soal biaya pendidikan anaknya itu serta merta gembira dengan hubungan anaknya dengan seorang lelaki yang tampak begitu kaya raya (dan tak jelas asal muasal aliran duitnya).  Penonton sudah diperkenalkan bagaimana David mencari duit dan bagaimana dia mempunyai kebiasaan ganjil di tempat tidur.  Karena itu,puncak cerita ini sebetulnya adalah: titik apa yang akan membuat Jenny mau meninggalkan lelaki ini.

Sutradara Lone Sherfig  dan penulis skenario Nick Hornby, sengaja membiarkan “kejutan” akhir status David sebagai puncak drama pahit ini. Persoalannya bukan klimaks itu, tetapi bagaimana tokoh Jenny mengatasi tragedi hidupnya (akibat keinginannya untuk mengambil “jalan pintas” dalam hidupnya). Inilah yang penting. Seseorang boleh saja terjerembab—karena rakus atau memilih jalan pintas—tetapi dia harus bisa bangun dan membereskan kepingan reruntuhan yang berjatuhan. Jenny–dengan segala keputusan yang salah karena ingin meraih “daya hidup”–adalah seorang sosok yang bersedia memungut keping-keping yang runtuh untuk membangun kembali.

Leila S.Chudori

Sumber: http://tempointeraktif.com/hg/jeda/2010/01/22/kol,20100122-10,id.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s