Memperbaiki Pintu

Tahukah salah satu penyakit pintu? Pintu yang seret susah dibuka. Ini akibat dari si daun pintu yang sekian lama menggantung dengan kekuatan engsel ke bingkainya atau ke kusennya jatuh ke lantai. Itulah yang menyebabkan pintunya menjadi seret atau macet untuk dibuka dan ditutup. Selalu harus memakai tenaga, padahal lumrahnya pintu dibuka ditutup ya ringan saja tidak usah didorong dengan menggunakan tenaga.

Di rumah saya, saya memiliki 5 pintu yang kasusnya sama tidak bisa dibuka kalau tidak memakai tenaga alias macet itu. Tadinya saya tidak menaruh minat untuk memperbaikinya karena saya percaya bahwa saya tidak akan bisa. Dan rencananya nanti saja kalau ada tukang sekalian semuanya diperbaiki.

Suatu saat kaka saya datang ke Bandung dan kebetulan menginap di rumah, dia merasa heran bahwa pintu masuk ke kamar yang dia tempati susah dibuka. Langsung pintu itu dia pebaiki dan mengajarkan kepada saya bagaimana cara memperbaikinya. Saya merasa ternyata tidak sulit-sulit amat apalagi peralatan pertukangan saya cukup lengkap.

Sepulangnya kakak saya ke Temanggung, saya memilih hari Jumat untuk memperbaiki pintu utama yang sudah lama sekali macet. Mula-mula saat membuka mur yang sudah karatan lalu lubang alur mur yang sudah tidak ada, dan tidak adanya obeng yang pas, hampir-hampir membuat saya putus asa. Tapi ingat, harus sabar, pelan-pelan saja, pantang mundur, jangan menggunakan kekerasan sebab toh ini cuma pintu saja yang sederhana. Alhamdulillah baru selesai menjelang sholat jumat dimulai dari pagi. Barangkali memakan waktu sekira tiga atau empat jam.

Nah ini sudah sampai hari Jumat lagi, sengaja memilih hari Jumat karena hari Jumat saya tidak olah raga jalan kaki, mulai menggarap lagi satu pintu macet yaitu pintu ke kamar utama. Biasa kendalanya adalah ngotot membuka mur kemudian hampir putus asa. Akan tetapi lama kelamaan akhirnya selesai juga dan semuanya lancar. Ada pikiran baru yaitu peralatan harus diservice dulu, perlu diasah atau dikikir. Masih ada dua lagi pintu di rumah yang perlu diperbaiki.

Ya begitulah pengalaman jadi tukang service pintu di rumah sendiri, Ternyata kalau dicoba dan sedikit menaruh minat, pintu macet? Kecil!

(Ditulis tanggal 5 Desember 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s