Kasih Sayang orang Tua

Kasih sayang dimaksud adalah, kasih sayang orang tua kepada anak dan cucunya. Karena kasih sayang terhadap anak sudah terlalu lumrah bahwa orang tua pasti sayang kepada anak-anaknya. Maka saya akan membicarakan kasih sayang orang tua atau kakek nenek kepada cucu-cucunya saja. Juga seharusnya termasuk membicarakan kasih sayang kepada cicitnya karena itulah sebabnya saya menyebutkan keturunan. Tapi juga saat ini saya tidak akan membicarakan kasih sayang terhadap cicit, karena jangkauannya terlalu luas.

Kasih sayang manusia kepada keturunannya adalah naluriah, jadi kasih sayang itu ada atau nempel pada manusia. Hanya barangkali ukuran atau kadar kasih sayang itu berbeda-beda. Mengukurnya dari perilaku yang tampak kasat mata atau yang kelihatan nyata. Mengukur? Apakah kasih sayang terhadap cucu bisa diukur? Menunjukkan kasih sayang bisa kelihatan misal karena adanya perasaan rindu ingin bertemu dan itu dibuktikan dengan berupa datang menemui, atau berupaya menghubungi. Selalu mengatakannya keinginan untuk bertemu, bahkan jika mempunyai benda atau makanan selalu ingin mengirimkannya.

Kasih sayang kepada keturunan juga dinyatakan dengan kebanggaan, atau membanggakannya, tentu tidak mau kalau yang dikasih sayanginya dihinakan atau dilecehkan atau dianggap sepele orang lain. Untuk mencapai atau mempertahankan kasih sayang tersebut demi kebanggaan atas keberhasilan keturunannya banyak yang tidak lelahnya atau tidak sayang untuk mengeluarkan dana dan daya demi memajukan keturunannya agar bias dibanggakan.

Saat ini saya mempunyai dua besan yang usianya hampir kurang lebih dengan saya diatas 60 tahun. Semua besan saya perhatikan atau amati menunjukkan kasih sayangnya terhadap keturunannya. Artinya mempetunjukkan kasih sayang kepada cucunya yang artinya juga cucu saya sendiri. Saya merasa puas dengan mereka, karena terbukti ikut menyayangi cucu saya juga. Karena secara berbarengan menunjukka kasih sayangnya, akan tetapi bisa juga ada perasaan “cemburu” karena misalnya si cucu lebih dekat ke pihak “sana”.

Kasih sayang kepada cucu perlukah balasan? Mungkin tidak selalu secara materi, akan tetapi secara psikologis (?) memang perlu. Apa yang dimaksud dengan psikologis? Misalnya cucu juga harus menunjukkan kasih sayangnya terhadap kakek dan neneknya. Bagimana seorang cucu kecil yang tidak bisa memilah-milah kasih sayang dirinya, atau bagaimana kelihatannya seorang cucu sayang terhadap kakek dan neneknya.

Saya mersakan bahwa cucu saya Jasmine sejak masih bayi kalau bertemu dengan saya selalu nempel ingin digendong. Berbagai kebutuhannya selalu ingin dilakukan oleh atau dilayani oleh Akinya. Mungkin begitu saja bagi seorang kakek sudah cukup. Tapi cucu yang lain tidak menunjukkan hal tersebut, apakah itu menunjukkan cucu tersebut tidak menunjukkan kasih sayang? Tidak juga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s