Hubungan Kekeluargaan

Ini juga masalah berat atau sulit untuk diceritakan dan ditulis. Kalau mau diinventaris atau dibuatkan daftar bahwa akan banyak hal-hal yang sulit untuk diterangkan, dinyatakan, diperjelas, bahkan diceritakan dan apalagi ditulis. Saya kadang-kadang suka berpikir mengapa ada hal yang sukar untuk diperkatakan apakah mungkin karena msalah tersebut tidak kita dalami? Atau barangkali kita tidak mendapatkan pendidikan formal yang menyangkut masalah yang sukar diterangkan atau sukar ditulis tersebut. Mungkin bidang-bidang yang saya maksud adalah bidang psikologi, bidang ilmu sosial, sejarah, antropologi, budaya, seni, dan masih banyak lagi ilmu atau bidang yang tidak pernah kita pelajari secara husus.

Setelah saya membicarakan masalah foto kenangan, saya ingin mencoba membicarakan bagaimana hubungan kekeluargaan diantara kita dan bagaimana terpeliharanya sekaligus bagaimana merenggangnya, bahkan bagaimana terhapusnya atau hilangnya dari ingatan kita akan hubungan kekeluargaan tersebut. Saya ingin melihatnya tidak dari ilmunya akan tetapi dari pengalaman dan apa yang saya saksikan dan rasakan. Memang iya bisa bias atau juga bisa berbeda dari setiap individu dalam memaknai erat renggangnya suatu relasi persaudaraan diantara individu.

Barangkali kalau mau diurut sistem kekeluargaan yang paling dekat adalah antara suami dan istri, kemudian hubungan anak dan orang tua, kemudian saudara seayah dan seibu, kemudian keponakan paman dan bibi, lalu cucu dan kakek nenek. Hubungan tersebut harusnya kuat kalau diselusuri sejak mulai dari kelahiran seseorang. Tapi pelan-pelan dan pasti hubungan kekeluargaan tersebut akan lepas satu demi satu setelah seseorang mempunyai keluarga sendiri.

Menurut pendapat saya yang paling cepat lepas adalah hubungan antara hubungan kekeluargaan paman bibi dengan keponakannya, kemudian kakak beradik, dan bahkan nantinya akan lepas dari kita adalah hubungan anak dan orang tua, tapi biasanya hal ini karena kematian orang tua.

Biar lebih jelas aka saya sebutkan saja dengan relasi kekeluargaan diantara anak isri dan cucu dari saya, mengapa begitu? Karena ada kecenderungan saya tidak akan mampu menceritakannya kalau masalahnya orang lain. Saya dengan anak-anak saya adalah cukup erat dan sangat tidak mungkin untuk dilupakan. Kemudian diantara anak-anak saya selagi masih belum berkeluarga mereka erat sekali bukan? Akan tetapi ketika sudah mulai berumah tangga hubungan antar saudara mulai merenggang, karena masing-masing punya perhatian baru yaitu keluarganya. Kemudian paman dengan keponakan sebutlah antara anak saya yang belum kawin dengan keponakannya harusnya dekat sekali bukan? Tapi setelah masing-masing berumah tangga, akan pelan-pelan lepas.

Demikian yang bisa saya tulis, karena saya pun sudah lelah apalagi yang ditulisnya demikian berat. Cukup semoga tidak berpengharapan untuk menceritakannya lagi atau maksud saya menulisnya lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s