Luna Maya Vs Infotainmen

Luna Maya adalah seorang aktris yang terkenal berwajah indo nan cantik, memang dia keturunan bapak Bali dan Ibu seorang Prancis kalau tidak salah. Dia sering kelihatan memandu pegelaran musik yang digemari anak muda di salah satu stasiun TV. Tentu saja sebagai seorang selebriti Luna Maya banyak diincar juru kamera para pekerja Infotainmen. Dan gosip mengenai dirinya pun nampaknya menaikkan rating pemirsa TV dan kalau dimuat di koran konon bisa menaikkan tiras. Wajarlah itu.

Infotainmen adalah pertunjukkan tentang pesohor itu sendiri yang diliput, tentu saja ada wartawannya bahkan belakangan disebut wartawan infotainmen. Tentu saja mereka juga wartawan makanya mereka boleh bergabung dengan organisasi profesi PWI dan AJI. Dan kalau profesinya dihinakan bahkan individu si wartawan infotainmennya, andai kata saja, dilecehkan sangat boleh untuk mengadukannya ke Polisi.

Acara mempertunjukkan aktris di TV telah banyak penggemarnya bahkan banyak ditunggu-tunggu, tentu saja dengan berbagai nama acara sesuai dengan selera pemilik TV, juga dengan berbagai kemasan agar menarik. Bukan itu saja bahkan dilengkapi dengan komentar dan narasi yang “menarik” dibacakan atau diucapkan oleh pembawa acara. Tidak tahu secara persis apakah ada etika profesi dalam hal mewartakan seorang artis. Mungkin dan pasti ada akan tetapi mewartakan aktris saat ini sudah berlebihan bahkan kebablasan. Aib dan lekuk liku tubuh si artis di close up secara berlebihan. Sambil tentunya tidak meminta izin kepada si artis sebagaimana kebablasan pers lainnya.

Si artis yang diwartakan, meskipun dipertunjukkan dengan pengeditan bagaimana tentu terserah saja, bahkan sudah diberitakan pun sudah banyak artis yang bersyukur. Mengapa artis tidak banyak yang protes dengan cara penayangan dirinya, bahkan kadang-kadang dengan komentar miring, bahkan dengan setengah mentertawakan ucapan dan gerak gerik si aktris? Karena aktris sudah beruntung dipopulerkan oleh infotainment. Inilah senjata para juru warta infotainment dalam “memeras” si artis, agar tidak banyak berulah atau jual mahal. Bahkan ada yang tersenggol kamera pun juru kamera hanya cukup meminta maaf.

Padahal artis juga manusia kalau sudah keterlaluan bisa meledak juga, bisa marah juga, minimum bisa cemberut juga. Akan hal Luna Maya untung kemarahannya tidak meledak saat itu. Akan tetapi sempat ditahan dan dilanjutkan di jaring komunikasi sosial twitter.

Padahal sekali lagi, baik pihak aktor/aktris maupun pihak infotainmen sama-sama diuntungkan, bukankah segala berita mengenai seorang artis apalagi artis cantik dan menarik  sungguh mempunyai nilai jual yang besar untuk keuntungan fihak infotainmen. Andai saja bisa saling menghargai dam menghormati, tentu semuanya bisa mengambil keuntungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s