Kekecewaan dan Kekesalan Selalu Datang

Kekecewaan dan kekesalan selalu datang menimpa diri, mungkin kesalahannya terletak pada diri sendiri. Saya yang sudah tua bangka ini ternyata tidak bisa mengendalikan diri. Dan membiarkan kekecewaan dan kekesalan selalu datang. Hal tersebut terjadi penyebabnya adalah dari sejak kemarin hari Rabu tanggal 22 Desember 2009 di sore hari ketika saya menyambungkan computer dengan internet tidak berhasil alias selalu tidak menyambung. Makanya kekecewaan dan kekesalan datang menimpa diri. Mengapa harus terjadi, Padahal dahulu 7 bulan yang lalu saya sudah menandatangani akad atau sebutlah perintah kepada salah satu atas tagihan saya dari Telkomsel Flash dibayarkan setiap bulannya dari no rekening saya. Tiba-tiba diputus, siapa yang salah coba? Jadi saya harus membuat akad baru begitu?

Tapi kalau saja saya mau narima, pasrah dan sabar saya tidak perlu merasa kecewa dan kesal. Buat apa saya harus menyiksa diri dengan kekesalan dan kekecewaan? Terima saja apa adanya dalam artian sabar dan tawakal. Mengapa saya harus begitu? Karena tersambung atau tidak dengan internet tidak ada bedanya bagi saya. Kalau dipikir juga untuk saya yang tidak memerlukan informasi terkini seharusnya tidak usah merasa kesal atau kecewa. Apakah ketika tiba-tiba tersambung saya mau apa, paling-paling hanya bisa melihat koran on line, terus mengisi blog, itu kan dilakukan atau tidak sama sekali tidak ada pengaruhnya bagi diri saya. Artinya paling-paling kepuasan seorang aki-aki yang terlalu banyak hayalan dan mimpi-mimpi.

Kemarin juga saya tiba-tiba saja merasa murung karena apa coba? Cuma karena saya tidak bisa mulai olah raga pada jam 06:00. Karena apa tidak bisa pas waktunya? Karena saya harus mengisi bakal lontong dengan beras. Padahal kalau saja saya pasrah, tidak masalah juga, hanya bergeser setengah jam dari rencana semula.

Selidik punya selidik ternyata ada kesalahan yang cukup parah dan itu terus saya pegang sampai sudah berumur 64 tahun ini. Apakah gerangan ternyata saya selalu merencanakan dan memasang target secara ketat. Target itu selalu saya upayakan sesuai rencananya dan harus selalu terlaksana. Meskipun mengenai hasilnya saya pun tidak memasang target, tapi, seali lagi, kalau soal waktu dan pelaksanaan harus sesuai dengan target. Mungkin hal inilah yang menyebabkan mengapa selalu ditimpa rasa kecewa dan kesal.

Banyak contoh yang bisa saya berikan sehubungan dengan target misal, harus berangkat ke Rumah Sakit jam 07:00, harus bangun pagi jam 02:00, harus menulis mengenai anu dengan judul anu sebanyak satu lembar, dan contoh terahir adalah harus secara rutin menulis catatan harian. Hal tersebut adalah target yang berat bagi seorang Aki-aki bukan? Karena target dan rencana itu sendiri buat apa dan agar apa? Duka!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s