Egoisnya Orang Tua

Saya sebagai orang tua sedang introspeksi atas pernyataan selama ini bahwa anak-anak muda, maksudnya keluarga muda yang baru berumah tangga susah untuk diajak bersilaturahmi. Silaturahmi dimaksud adalah hadir pada acara pertemuan pengajian keluarga yang tempatnya sudah ditentukan misalnya.

Orang tua merasa bahwa mereka yang paling sering datang ke pengajian atau pertemuan lainnya dengan maksud memperpanjang tali silaturahmi. Padahal tidak menyadari bahwa memang sekarang segala sempat bahkan undangan mendadak pun selalu sempat, karena apa? Karena sudah tidak ada lagi pekerjaan alias sudah pensiun. Karena dalam kondisi menjadi pengangguran, ya keterlaluan kalau sampai tidak sempat untuk menghadiri suatu pertemuan keluarga.

Coba saja kita lihat bagaiman sibuknya anak-anak muda sekarang disebabkan karena pekerjaan yang setiap hari mencapai selama 8 jam. Itu adalah jam kerjanya saja, belum lagi di perjalanan dan persiapannya. Belum lagi pekerjaan lembur dan segala kegiatan lainnya dari kantor. Dan ini tidak disadari oleh orang tua.

Orang tua sekarang, dahulunya muda juga dan saya tahu persis mereka juga sama saja dengan anak muda sekarang. Mereka sama menghabiskan waktunya di kantor, mana ada acara silaturahmi segala, segalanya demi kantor. Nah ini, tapi mereka juga ditegur oleh orang tuanya bahwa mereka – yang sekarang sudah pensiun itu – bahwa mereka tidak mau bersilaturahmi.

Saya ingin menyampaikan pengamatan saya mengenai bagaimana sibuknya keluarga muda untuk datang ke pertemuan atau ke acara silaturahmi. Hanya untuk bermalam satu malam saja minta ampun persiapannya. Baju anak-anak dan segala perlengkapannya, itu semua menurut saya perlu persiapan yang lama dan panjang.

Saya menarik kesimpulan bahwa anak muda tidak begitu saja secara serta merta disalahkan karena jarang ikut silaturahmi. Harusnya orang tua introspeksi bagaimana mereka masa muda dahulu. Jangan terus-terusan menyalahkan anak muda, sekali lagi karena alasan berbagai hal terpaksa mereka tidak bisa hadir dalam acara silaturahmi.

Makanya oleh karena pertimbangan tersebut besok hari tanggal 27 Desember ada acara silaturahmi itu kalau anak-anak tidak sempat, tidak usah hadir saja. Bereskan saja urusan sendiri dahulu, biarkan saja urusan silaturahmi itu bagian orang tua yang menganggur yang banyak waktu.

Saya malah sedang berpikir bahwa mereka sekarang tidak sempat bersilaturahmi, nanti kalau sudah pensiun dan tidak ada lagi pekerjaan rutin, mereka pun pasti datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s