Menulis Kata Hati Dalam Satu Lembar Kertas

Hati dimaksud adalah mungkin sebetulnya yang ada di dalam pikiran, jadi apa yang ada di dalam pikiran saat ini, saya akan coba untuk menulisnya di dalam satu lembar kertas. Mengapa ada kemauan untuk menulis hal itu? karena saya ingin menulis dalam satu lembar karena dari dulu saya jarang menulis, pada kegiatan menulis, di dalam satu lembar kertas.

Ini saya baru sja menulis semacam janji di dalam hati bahwa saya dan istri tidak akn lagi mengeluhkan segala kebutuhan akan keuangan kepada anak saya yang sudah biasa mengirim rutin uang setiap bulan. Sebab apa? karena seperti telah saya tulis bahwa kebutuhan hidup itu tidak ada batasnya akan terus meral tidak berahir. Ini akan terjadi, kasarnya, pemerasan, terhadap anak saya dan keluarganya.
Juga saya pribadi dulu akan berjanji dalam pikiran jangan menyebutkan kebutuhan satu per satu karena anak saya itu sudah mengirim uang untuk segalanya. Tentunya dia tidak usah memikirkan lagi untuk si A dan Si B nya. Juga jangan ada pikiran pada diri saya, bahwa anak saya itu tidak memberikan pertolongan kepada adik-adiknya. Tentu anak saya juga sudah berpikir bahwa itu untuk semuanya, janganlah anak saya yang sulung itu dirongrong oleh orang tuanya.

Begini maksud dirongrong orang tuanya, saya ingin menulis apa yang ada di dalam pikiran saya hususnya mengenai kewajiban membantu orang tua. Kewajiban menyantuni orang tua biasanya menempel pada diri anak, begitulah sederhananya seperti apa yang saya rasakan. Dalam membantu orang tua itu tentunya sudah dibicarakan dengan istrinya atau keluarganya, dan angka sejumlah itu sudah menjadi pertimbangan dengan keluarganya. Jika saya terus-terusan mengeluhkan kekurangan uang tentunya akan menjadi merongrong kehidupannya, harus memperbaharui pembicaraan besarnya sumbangan terhadap orang tuanya.

Begini, rasanya saya menulis tidak sampai-sampai kepada sasaran yang dimaksud, dia yaitu anak saya tersebut dalam rangka menolong orang tuanya tidak ada habis-habisnya karena orang tuanya terus-terusan mengeluh kekurangan uang. Jadi dia merasa berdosa karena tidak memenuhi kebutuhan orang tuanya, kemudian merasa hidupnya tidak tentram, terus malahan mengancam kehidupan rumah tangganya. Karena apa? karena merasa, sekali lagi, tidak bisa memenuhi kebutuhan orang tuanya, sementara itu dia merasa mungkin tidak akan didukung oleh istrinya andai kata minta lagi tambahan jumlah pengiriman uang kepada orang tuanya.

Apakah sudah sampai pesan saya ini ja? Atau apakah ini sudah mencukupi satu lembar kertas, karena sepertinya perlu satu alinea lagi. Berapa jumlah hurpnya ya? mungkin akan lebih dari 1.500 hurup, nanti akan saya cek jumlah hurupnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s