Beres-Beres Kamar

Mungkin tepatnya membereskan kamar, pekerjaan ini perlu keterampilan, bahkan selera yang bagus, membereskan kamar, kalau oleh saya hanya bisa membuat beres bekas tidur termasuk melipat selimut saja. Tambah barangkali menyapu lantai sekalian mengepelnya, kalau hanya demikian ternyata kamar belum kelihatan rapih.

Saya tahu istri saya ahlinya kalau membereskan kamar, tapi istri saya tidak sering ke lantai dua dimana saya sering membereskan kamar. Selama ini karena saya yang membereskan, bersih iyalah bersih, tapi tidak rapi. Saya ingin disamping bersih juga rapih dan tentu saja kalau rapih enak dilihat.

Mengapa saya sangat ingin kamar atas rapih? karena dalam waktu dekat, akhir tahun 2009, ada liburan panjang, ada kemungkinan anak-anak akan pulang ke Badung, juga ada kemungkinan bermalam, dan karena di lantai bawah sudah ada diisi dua keluarga anak saya, masih perlu untuk anak bungsu kamar untuk tidurnya jadi biarkanlah di lantai atas dan alangkah baiknya kalau rapih. Untuk itulah pagi-pagi sekali istri saya disuruh ikut beres-beres dua kamar atas itu.

Akhirnya terlaksana, bahwa kamarnya sekarang dua kamar kelihatan rapih dan enak untuk dilihat, dan sekaligus bagus untuk dipakai menginap, tidak seperti sebelumnya malahan mirip gudang. Istri saya kalau hal beres-beres kamar memang nomor satu. OK sekian saja dari saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s