Perlukah Menjual Perhiasan Emas?

Belum membayar tagihan PDAM untuk bulan Oktober dan November 2009,  belum membayar telepun rumah, tapi belakangan siangnya tagihan telepun rumah tersebut sudah dibayar sejumlah Rp 59.000.

Kemudian saya ambil uang dari ATM sebesar Rp 200.ooo, sehingga sisa uang di ATM tinggal Rp 52.000. Dan ketika saya berolahraga dengan berjalan kaki, ternyata kaki saya sakit, dan saya pulang dulu ke rumah untuk mengganti sepatu dengan sendal jepit. Dan sakit kaki pun hilang.

Istri saya bilang nanti dibelikan sepatu, tapi karena tidak ada uang untuk membeli sepatu, malahan tambah membeli bensin, dan ganti olie, maka istri saya mengusulkan untuk menjual emas. Dan saya setuju kemudian terjadilah penjualan emas sebanyak 5.09 gram. Perlukah menjual emas, ataukah betulkah saya dan istri tidak tahan kalau kondisi keuangan menipis?

Memang nampaknya kami belum terlatih dengan dicoba sedikit kekurangan, sekali lagi perlukah saya sampai menjual emas, bukankah mungkin suatu saat nanti ada hal yang lebih urgen wallohu alam, saya harus jeda untuk mencoba berpikir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s