Gundah

Demikian kehidupan, suatu saat merasa suka senang dan timbul rasa bahagia. Disaat lain gundah gulana menimpa perasaan sedih datang, dan perasaan jauh dari bahagia. Kali ini kesedihan tengah melanda, banyak hal yang menyebabkannya, rasanya kesedihan, kepiluan, datang dari berbagai penjuru.

Pertama karena diri dalam kondisi sudah pensiun, dimana tidak ada penghasilan hanya mengandalkan uang pensiun yang tidak seberapa besarnya. Bahkan tidak cukup untuk membayar tagihan rutin listrik, air, dan telepun. Belum lagi mobil memerlukan biaya rutin yakni bensin dan olie, belum lagi biaya kalau ada kerusakan.

Keduanya ada anak yang meskipun masih berpenghasilan akan tetapi pekerjaannya tidak menetap. dan itu membuat perasaan diri pilu. Sebabnya hal ini tidak terbayangkan akan menimpa keluarga sendiri. Karena sepertinya sebelumnya telah direncanakan dengan matang. Semua anak sudah disekolahkan sampai selesai. Tapi pekerjaan saat ini demikian susah didapat.

Jika dalam keadaan begini, terus terang perasaan semakin sensitif, mudah tersinggung, dan murung. Memang masih terkendali, tidak atau belum menjadikan sesuatu yang menghawatirkan.

Semoga diri ini diberikan ketabahan, amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s