264 Kejang Setelah Minum Obat Anti Kaki Gajah

Begitu membaca berita bahwa Depkes menangani penyakit kaki  gajah di Majalaya, saya merasa bangga mempunyai Departemen seperti Depkes ini. Dalam batin barangkali ini termasuk gebrakan 100 hari pemerintahan SBY. Tapi setelah membaca tulisan dibawah ini saya merasa ikut “sedih yang luar biasa”

Rabu, 11 November 2009 | 22:46 WIB

MAJALAYA, KOMPAS.com – Sejak pencanangan pemberantasan penyakit kaki gajah (filariasis), di Kabupaten Bandung, hingga Rabu (11/11), 264 warga harus mendapat penangan medis setelah mengalami pusing, muntah, dan kejang-kejang usai meminum obat anti penyakit itu.

Hampir 95 persen kasus ini terjadi di Kecamatan Majalaya, sehingga mengakibatkan RSUD Majalaya dipenuh warga yang menjadi pasien, yang usai minum obat tersebut.

Entin (35), warga Kampung Raja RT 02/04 Desa Cipaku, Kecamatan Paseh, mengaku tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya usai meminum obat bantuan dari Depkes itu.

Ia mengaku memiliki riwayat penyakit rematik. Seperti warga lainya, Entin mengatakan kurang memperoleh informasi, soal penggunaan obat tersebut, termasuk efek samping yang bakal ditimbulkan usai meminum obat.

Hendarwati (29) juga mengaku tak banyak memperoleh informasi yang cukup terutama menyangkut efek samping atau kontraindikasi dari jenis obat Albendazole (400 mg), Diethylcarbamazine (100 mg), dan Paracetamol (500 mg) tersebut.

Ia merasakan mual luar biasa, setelah mengkonsumsi obat. Tidak terkecuali, anaknya, Roni (5), yang mengalami gejala serupa sehingga harus mendapat perawatan intensif dari pihak RSUD Majalaya.

“Sebelumnya tak ada pengarahan dari kader Puskesmas. Saya tidak tahu apakah dengan riwayat penyakit maag yang saya alami, obat-obatan tersebut boleh saya mimum atau tidak,” kata Hendarwati.

Kepala IGD RSUD Majalaya, Rustam, membenarkan, rata-rata pasen yang mengalami gejala mual dan muntah, akibat mengkonsumsi obat pencegah filariasis.

“Mereka yang datang mengeluhkan keluhan yang sama, usai mengkonsumsi obat. Saat ini kami menyiagakan sepuuluh dokter dan 20 perawat untuk memberikan penangan seperti pemberian obat dan proses infus kepada pasien,” ujar Rustam.

Terkait korban meninggal dunia, salah seorang dokter yang ikut menangani pasien, Ismet Ismail Suni, mengatakan pihaknya belum berani mengambil kesimpulan korban meninggal akibat setelah meminum obat filariasis.

“Perlu dilakukan uji laboratorium dan visum untuk membuktikanya,”jelas Ismet.

Korban meninggal setelah dirawat RSUD Majalaya sebenarnya satu orang Danu, sedangkan Asep meninggal akibat terjatuh dari pohon, dan Eman meninggal akibat tercebur ke dalam sumur.

Ahmad, belum diketahui penyebab meninggalnya. Tapi menurut laporan, Ahmad, yang berprofesi sebagai pengawas SMA di Kabupaten Bandung, meninggal usai meminum obat filariasis.

Editor: bnj. Sumber : ANT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s