Telkomsel Flash Sudah Normal?

Kebiasaan baik yang sering terlewat adalah mengucapkan terimakasih atas segala kebaikan yang kita dapatkan dari pihak lain. Kebiasaan buruk yang tidak pernah terlewat adalah memaki, mengumpat, sumpah serapah, apabila keburukan menimpa kita semisal pada suatu pelayanan, yang sekali lagi misal, pelayanan tidak sesuai apa yang telah dijanjikan.

Selama ini saya mengeluhkan bahkan dekat ke mengumpat Telkomsel Flash yang menurunkan pelayananny terhadap para pelanggan dimana kapasitas akses internet diturunkan (sorry saya tidak pas menyebutkannya).

Tanpa terasa posting pada wordpress tanpa disadari merasa adanya kelancaran tidak tersendat-sendat seperti semula, maksudnya semula itu saat diturunkannya kapasitas internet dari Telkomsel Flash.

Menerima kebaikkan, atau kembali kepada semula, terlupakan untuk mengucapkan terimakasih. Karena apa ya? Karena kebaikkan ituh harus kudu nya, sewajarnya, seyogianya, standarnya begitu. Tapi untuk berterimakasih tidak ada ruginya bukan? Mungkin bagi beberapa orang mengucapkan sesuatu yang sudah sewajarnya begitu adalah merupakan menurunkan harkat martabat.

Bagi saya, saat ini selagi nafsu amarah tidak sedang menguasai. Jika sudah lancar, karena kadang tidak terasa, menjadi baik atau tidak? saya dengan ikhlas mengucapkan terimakasih kepada Telkomsel Flash.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s