Sesama Pelaku Olahraga Berjalan Kaki

Ketika masih muda berjalan kaki jarak jauh adalah kewajiban yang dilakukan setiap hari. Selagi sekolah di SMP saya pejalan kaki yang tangguh, karena setiap hari pergi dan pulang sekolah sejauh 8 Km dan itu tidak pernah dikeluhkan. Dilakukan dengan penuh kebahagiaan dan tanggung jawab dalam rangka menuntut ilmu demi masa depan.

Diceritakan kembali sekarang  ini, ketika usia telah mencapai 63 tahun. Sebab dahulu kemampuan berjalan kaki bukanlah prestasi tapi suatu keharusan karena tidak ada pilihan lain.

Saat ini ketika usia semakin senja, berjalan kaki baik jarak tempuh maupun kecepatan harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh. Saya sudah menceritakan bahwa saya sudah berhasil “memecahkan rekor” 9.000 langkah dengan waktu tempuh selama 90 menit atau satu setengah jam.

Hari ini saya melakukan hal yang sama, sekarang jumlah langkah tidak lagi dihitung memakai counter manual, akan tetapi yang dihitung waktunya saja, targetnya sekarang yaitu berjalan atau melangkah terus menerus selama 100 menit. Tentu saja saat ini, sekali lagi atas penilaian sendiri, itu suatu prestasi, dan tentu juga tidak ada apa-apanya dibanding ketika saya masih seusia SMP.

Kali ini saya melakukan jalan kaki pagi hari di halaman Macro Supermarket yang luas, tadinya saya berniat untuk menyusuri jalan akan tetapi nafas menjadi sesak oleh asap mobil dan motor yang memenuhi jalan, maklum jam sedang padat-padatnya para pegawai berangkat kerja. Ahirnya tanpa dikomado saya langsung berbelok memasuki area halaman Macro tersebut, tentu tanpa izin, haruskah meminta izin ke petugas sekuriti? Entah belum pernah melakukannya, mengalir begitu saja mengikuti orang lain.

Meskipun memang kadang sesekali suka masuk area parkir Macro ini, akan tetapi kali ini cukup lumayan pejalan kaki, ada barangkali 15 orang yang usianya rata-rata sama dengan saya. Masuk akal pasti sekumpulan pensiunan, karena mana ada sepagi ini sudah santai di lapangan kan ini hari kerja kalau iya mereka pekerja.

Karena merasa senasib sepenanggungan, maksudnya sama-sama tua dan sama-sama menjadi “laskar tidak bergune” sesama pejalan kaki, saling senyum dan saling tegur, karena saling menghormati dan menghargai kemampuan berjalan kaki.

“Mari Pak!” Ajak yang naik sepeda

“Mari” jawab saya

“Mari, bergabung Pak!” Ajak sekelompok pejalan kaki yang langkahnya agak cepat

“Wah, belum pede, abis kelihatannya cepat sekali!”  Sekenanya saya menjawab.

Tapi terus terang merasa ada kawan sepenanggungan sependeritaan. Hah penderitaan apa?

Maksudnya berjuang mempertahankan kebugaran lebih lama lagi. Selalu ada yang bisa dipelajari, selalu ada yang bisa direnungi diperhatikan,  semua pengalaman hidup. Semoga bermakna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s