PLN Meminta Maaf? Noway!

Pelayanan umum atau public services yang menjadi monopoli BUMN sebut saja PLN dan PDAM merasa tidak perlu meminta maaf  kepada pelanggan andaikata pelayanannya buruk bahkan super buruk. Saya ingin memberi contoh pelayanan listrik dan air minum yang terjadi belakangan ini.

Saat ini pelayanan listrik di Jakarta sedang buruk-buruknya, dimana diadakan pemadaman bergilir, tentu saja banyak yang menderita kerugian, dari mulai alat pendingin ruangan sampai home industri yang menderita banyak kerugian yang tidak sedikit. Karena terbiasa mendableg (sampai tidak punya kata yang pantas untuk digunakan) dan merasa biasa dilayani (karena perusahaan negara), kegagalan pelayanan yang serius, tidak perlu meminta maaf secara resmi kepada pelanggan. Boro-boro memberi ganti atau kompensasi kerugian, bahkan sekedar permintaan maaf individu pegawai yang menangani pun tidak dilakukan.

Demikian setali tiga wang dengan PDAM, bahkan lebih parahnya tidak ada standar pelayanan yang memadai. Komitmen yang payah terhadap pekerjaan pelayanan tidak punya sama sekali. Air tidak mengalir ke rumah sekali pun merasa bukan tanggung jawabnya. Saya curiga kalau nanti ditanya kenapa pelayanan air minum demikian super buruk, jawabannya akan saling tuduh, dan pasti akan berujung di nasib.

Saya tidak habis pikir demikian buruk pelayanan publik di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini. Atau untuk para koruptor saja negeri ini ya? Pegawai BUMN demikian arogannya bahkan untuk meminta maaf sekali pun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s