Mengecat Rumah

Rumah yang sudah kusam catnya tidak enak untuk dilihat, tidak hegar dan berkesan tidak terawat dengan baik. Tentu saja untuk mengecat rumah dengan warna yang disukai penghuni adalah merupakan idaman. Tapi jangan lupa mengecat rumah agar kelihatan hegar perlu dana yang lumayan. Tentunya untuk yang berpenghasilan pas-pasan. Boro-boro untuk mengecat rumah, untuk biaya hidup rutin saja cukup kesulitan.

Karena seperti saya sebutkan tadi bahwa mengecat rumah perlu biaya, jadi kalau ada sebuah rumah yang biasa “kusam” tiba-tiba menjadi mencorong adalah menjadi tanda tanya. Memang iya kok usil banget karena rumah dicat saja dipertanyakan, atau menjadi heran, juga barangkali bebas saja untuk “merasa” atau untuk “bertanya”

Saya adalah termasuk yang “curiga” akan menjadi mencorongnya satu rumah yang biasa dibiarkan “kusam”, tidak ada persangkaan buruk, tapi biasanya si tuan rumah akan punya gawe. Yang paling memungkinkan adalah pemilik rumah berniat mengadakan acara, perkiraan yang paling mungkin hajat pernikahan.

Daripada penasaran, dasar saya, biar saja, langsung bertanya kepada salah satu penghuninya.

“Ada rencana menkahkan putrinya?” tanya saya.

“Belum, kemungkinannya masih jauh tapi kalau rencana memang ada” jawab yang ditanya,

“kalau bulan Rayagung ini rencananya ada acara melamar” lanjutnya.

“Oh, begitu” jawab saya sekenanya

Mungkin iya memang saya kurang ajar, ingin tah saja urusan orang. Saya termasuk “usil” ya?

Maafkan saya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s