Jajanan

Jajanan ini saya maksud membeli makanan. Dahulu, setahun yang lalu atau barangkali kurang dari itu, saya masih sering, tanpa disuruh istri sekali pun membeli jajanan kegemaran bersama. Makanan jajanan itu misalnya goreng ayam, martabak, awug, gogorengan, atau apa saja yang kami bersama sukai.

Belakangan nafsu untuk jajan itu drastis berkurang, ada beberapa alasan mengapa menjadi menurun, pangkal pokoknya adalah dari segi keuangan sebagai pensiunan kemampuan belanja saya secara drastis berkurang. Kalau juga ada sedikit mempunyai sisa atau kelebihan dari anggaran belanja kok rasanya sayang, nanti untuk keperluan lain.

Juga kalau istri mau sesuatu saya selalu menunda-nunda, kalau ini alasannya saya merasa sudah lelah dari dulu belanja makanan melulu, yang rasanya, ini perasaan saya, kadang mubajir mengumpulkan lemak melulu. Tapi ini sekali lagi kata saya.

Sikap itu mungkin tidak konsisten, artinya bisa saja nanti walau tidak punya uang, dan banyak makanan di rumah ahirnya membeli juga jajanan itu. Tidak selalu begitu memang, segalanya terus berubah, dan akan terus berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s