Kenapa Istriku Bisa Menikah dengan Pria Lain?

Sabtu, 31 Oktober 2009 | 10:12 WIB

INDRAMAYU, KOMPAS.com — Akta cerai yang diduga palsu beredar luas di Indramayu, Jawa Barat. Hal ini disebabkan besarnya keinginan warga untuk mendapatkan surat akta tersebut secara cepat.

“Saya kaget ketika mengetahui istri melangsungkan pernikahan dengan laki-laki lain padahal belum pernah bercerai. Saat itu, istri sedang berangkat menjadi TKW di Taiwan. Setelah pulang, mereka menikah di rumah mertua,” kata Asnawi Bin Catang, salah satu korban akta cerai yang diduga palsu, kepada wartawan di Indramayu, Sabtu (31/10). Continue reading

Advertisements

Memelihara Keharmonisan Pasangan Manula

Pasangan suami istri yang sudah manula tidak selalu dijamin bakalan rukun dan harmonis. Tidak jarang pasangan manula yang diahiri dengan perceraian, banyak masalah dan persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Meskipun tidak sampai berpisah, banyak yang hidup dalam keadaan tidak rukun, dan masing-masing dengan kegiatan sendiri-sendiri.

Sengaja tulisan di bawah ini dikutip dari kompas.com, sekalipun tidak keseluruhannya:
Continue reading

Bingung Memberi Judul Tulisan

Jika menemui kebuntuan dalam menulis, utamanya juga kebuntuan pikiran dalam menemukan judul tulisan. Apalagi kalau menulisnya di Blog, belum apa-apa sudah disediakan untuk judul. Labih baik langsung saja ke badan tulisan jangan dulu memakai judul. Saat ini juga saya menulis belum terpikirkan apa judulnya ya tulisan sederhana ini. Atau aku beri judul Bingung Memberi Judul Tulisan, ya sudah itu saja.

Jadi ternyata bisa ketemu judulnya meski belum tamat menulis satu paragraf, mudah-mudahan anda pun bisa.

Jawa Barat Diminta Serius Siapkan Angklung Sebagai Warisan Dunia

Kamis, 29 Oktober 2009 | 22:12 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung – Pemerintah dan warga Jawa Barat diminta kesungguhannya untuk mendukung angklung sebagai warisan dunia. Setidaknya ada dua syarat utama yang harus dipenuhi alat musik dari bambu itu.

“Bagaimana (angklung) ini bisa bermanfaat bagi semua masyarakat di sekelilingnya dan bagaimana melestarikannya,” kata Duta Besar Indonesia untuk UNESCO Tresna Darmawan Kunaefi, di Bandung, hari ini. Continue reading