Tawuran Antarpemuda, Satu Kritis

Selasa, 1 September 2009 | 06:41 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com — Tawuran yang melibatkan dua kelompok pemuda dari Jalan Rajawali depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Rajawali, Makassar, Senin (31/8) malam, mengakibatkan satu orang pemuda kritis dan dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Stella Maris Makassar untuk dirawat intensif.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, tawuran ini berawal dari penikaman Dedy R Umar (19) sebanyak dua kali di punggungnya oleh empat orang pemuda dari Jalan Rajawali Lorong 13, Makassar, Senin (31/8) sekitar pukul 23.30 Wita di dalam Pasar Lelong.

Penikaman warga Jalan Rajawali Lorong 29 menyulut kemarahan warga lainnya sehingga ratusan pemuda dari pasar tersebut ke luar dan melawan kelompok pemuda yang sudah bersiap-siap di depan TPI Rajawali Makassar yang tidak jauh dari anjungan Pantai Losari ini.

Saling serang dengan batu dan busur panah yang melibatkan dua kelompok pemuda dari Jalan Rajawali Lorong 29 atau Kampung Kokolojia dan Rajawali Lorong 13 atau Mariso di depan TPI Rajawali, Kecamatan Mariso, ini pun tak terhindarkan.

Sekitar satu jam, puluhan petugas dari Polresta Makassar Barat datang melerai mereka dan mengamankan empat pemuda yang diduga sebagai tersangka perkelahian kelompok yang sudah berlarut-larut terjadi di Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso, Makassar.

Dua orang warga Kampung Kokolojia, Ulis dan Syarifuddin, mengungkapkan bahwa perkelahian kelompok kali ini adalah tawuran pertama selama bulan Ramadhan dan perkelahian yang paling mencekam akibat jatuhnya korban kritis dari kelompok di dalam pasar ini. “Dedy tiba-tiba ditikam saat dia dan beberapa temannya main domino di depan rumah warga. Pelaku penikaman itu datang dengan mengendarai dua sepeda motor. Mereka berasal dari kelompok pemuda Rajawali Lorong 13,” kata Syarifuddin.

Menurutnya, empat pelaku penikaman mengendarai sepeda motor Yamaha RX King dan sepeda motor jenis bebek masuk lewat belakang pasar dan langsung menusuk punggung Dedy saat main domino.

Dedy kini dalam perawatan intensif di Unit Gawat Darurat RS Stella Maris. Tim medis menemukan dua luka tikaman di punggung Dedy dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter dan lebar satu sentimeter.

Selain Dedy, Fajar (19), warga Kokolojia, juga mengalami luka di pelipis kanannya akibat hantaman batu.

Sementara pihak kepolisian mengamankan Agus (18), warga Jalan Rajawali Lorong 13; Junaidy (20) dan Wariska (19); keduanya warga Lorong 29; dan Bustam (32), warga Asrama Lompobattang.

Dari keempat pemuda ini, Polresta Makassar Barat menemukan dua buah ketapel busur, dua busur anak panah, dan satu buah badik yang dibawa oleh mereka.

Kompas.com

Jangan merasa jadi pahlawan apalagi merasa bangga, bulan puasa malah buat dosa, bertobatlah kepada Yang Maha Kuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s