Lagi, Menyusuri S. Cipamokolan Bandung

Bulan Juli 2009 ini sudah memasuki musim kemarau, malahan seharusnya sudah kemarau sejak bulan April, tapi pada malam Sabtu di Bandung diguyur hujan, jadi suasananya lumayan sejuk.

Hari Senin ini pagi-pagi tanggal 6 Juli 2009 saya berolah raga dengan naik sepeda. Mulai naik sepeda dari jembatan sungai Cipamokolan Jalan Soekarno-Hatta terus sampaii ke jembatan jalan tol Padaleunyi pp, balik lagi ke tempat semula memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit. Saya ingin melihat keadaan sungai Cipamokolan pada permulaan musim kemarau ini. Sekaligus melaporkan pandangan mata.
Ternyata permukaan air pagi-pagi ini kelihatan surut, wana airnya tidak hitam akan tetapi jauh dari jernih. Tadinya saya melamunkan bisa naik perahu di sungai Cipamokolan ini, akan tetapi baru kemarau beberapa hari saja sungainya sudah kelihatan dangkal. Ini kelihatan di bendungan irigasi kelihatan airnya menyusut tajam dibanding 2 minggu yang lalu.

Di sempadan Sungai Cipamokolan dekat Pemakaman Umum Ranca Cili kalau diperhatikan ternyata ada kegiatan penggunaan lahan sempadan sungai untuk menanam sayuran. Saya tidak tahu persis apakah kegiatan ini diperbolehkan oleh aturan atau perda artinya masyarakat dengan bebasnya menggarap tanah sempadan.

Barangkali menanam sayuran untuk menambah pendapatan untuk kesejahteraan petani sebetulnya saya sangat setuju, tapi apa tidak menjadi erosi karena dengan dicangkul pinggiran sungai menjadi gundul.
Di sebelah kiri jalan juga sedang ada kegiatan membuat kompleks perumahan, kelihatan sedang membuat tiang pancang persis di bekas kantornya Pemakaman Umum Rancacili yang dulu.


Penyusuran sungai ke arah hilir ternyata perjalanan saya terhalangi oleh jalan tol Padaleunyi, tentu saja memotong jalan tol adalah dilarang, sedangkan jembatan penyebrangan tidak ada. Jadi diputuskan olah raga naik speda saya sampai di sini saja.

Untungnya keadaan sekitar jembatan tol tidak terlalu mengecewakan karena masih terlihat hamparan sawah yang luas menghijau. Saya banyak mengambil gambar, dan hasilnya lumayan bagus.Masih kelihatan kegiatan pertanian di daerah perkotaan Bandung. Betul-betul petani pinggiran kota Bandung.Malahan mereka yang menawari saya makan, alih-alih mestinya saya mengucapkan “Wilujeng sarapan enjing pa bu!”.
Dan sayang foto mereka yang sedang sarapan rusak alias buram. Jadi percuma kalau dipajang juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s