Fit and Proper Test Antasari Azhari

Ditahannya Antasai Azhari oleh Kepolisia RI saat ini, membuat penasaran ingin flash back saat dilakukannya Fit and proper tes alias Penilaian kemampuan dan kepatutan. Sumber berita untuk flash back diambil dari detiknews.com yaitu:


    1. Isu Staf Mundur, Internal KPK Tak Percaya Pimpinan Barunya
    2. Diisukan Ditolak, Antasari Azhar Tak Mau Berkomentar
    3. Komarudin Hidayat Malu Antasari Jadi Ketua KPK

Dari ketiga artikel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa: Ketua KPK terpilih Antasari Azhar dinilai kontroversial. Ditandai dengan ketidak percayaan intern KPK sendiri bahwa tepilihnya Antasari Azhari terlalu banyak muatan politiknya. Antasari Azhari sudah menerima dan “siap tempur” alias ndableg. Dan Meski termasuk calon yang kontroversial, DPR tetap memilih Antasari Azhar sebagai ketua KPK. Untuk menandaskan hal ini sampai terpilihnya Antasari ini membuat mantan anggota panitia seleksi KPK, Komaruddin Hidayat, malu.

Tentu saja borok pribadi Antasari Azhar saat itu yang terlihat jelas adalah jejak dia ketika menjabat Direktur Jampidum Kejagung yaitu persoalan antara lain lambat dalam menangani berbagai kasus. Antara lain eksekusi terpidana kasus Tommy Soeharto, Anggota DPRD Sumatera Barat, dan pemeriksaan Bupati Kepulauan Riau Huzrin Hood.

Selanjutnya detik.com menyatakan bahwa Antasari Azhar juga ditengarai, seperti dituliskan dalam Majalah Tempo, pernah menawarkan wartawannya sejumlah uang dollar AS, setelah wawancara pada masa mengikuti seleksi pimpinan KPK. Meski demikian Antasari membantah semua tudingan tersebut.

Sedangkan track buruk pada “managemen syahwat”, kalau betul apa yang diisukan saat ini terutama oleh infotainmen, tentunya tidak terungkap karena memang peristiwanya terjadi setelah dirinya menjadi ketua KPK. Dan memang meskipun tahu sebelumnya DPR bisa cuek dengan urusan pribadi seseorang calon, karena ada yang lebih yaitu kepentingan politik.

Menunjukkan kepada kita bahwa instrumen yang dipakai oleh DPR saat itu yaitu “Penilaian kemampuan dan kepatutan” mempunyai banyak kelemahan. Dan barangkali memang akan selalu ada jawabnya bagi mereka bahwa hal tersebut bisa terjadi kepada siapapun. Sekali lagi “Penilaian kemampuan dan kepatutan” kali ini impoten terhadap ketidak impotenan Antasari Azhari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s