Ruang Doa

Pada awal tahun 2009 saya berobat ke rumah sakit yang dikelola oleh yayasan Nasrani di Bandung. Saya merasa tertarik dengan satu ruangan baru yang dinamai “Ruang Doa” kemudian saya minta izin ke satpam di situ untuk memotretnya.

Inilah hasilnya.

Ketika bulan Maret 2009 saya datang lagi ke RS tersebut, saya masih penasaran dengan “Ruang Doa” tersebut. Untuk menghabiskan kepenasaranan saya mengintip dari luar dan ahirnya masuk ke dalam. Di dalam ada tersedia sajadah; tilam shalat, kebetulan karena sudah sampai waktu zuhur saya pun kemudian shalat setelah wudhu di tempat yang disediakan.

Ukuran ruangan tersebut adalah kira-kira 7 x 5 meter dan tentu saja bersih yang menurut saya memenuhi persyaratan untuk dipakai kegiatan ibadah shalat bagi umat muslim. Sudah lama saya mengharapkan agar RS tersebut menyediakan fasilitas untuk shalat akan tetapi baru terlaksana sekarang ini. Untuk itu diucapkan terima kasih, karena tidak usah jauh-jauh mencari tempat shalat andaikata waktunya tiba, padahal biasanya tanggung karena sedang menunggu panggilan pemeriksaan.

Tentu saja penyebutan “Ruang Doa” bagi hususnya umat Islam agak aneh, sebab kalau hanya sekedar berdoa tidak memerlukan ruangan husus, bisa di mana saja. Tetapi yang perlu ruangan husus adalah kalau hendak shalat yang waktunya tertentu dan ada tempat yang bersih. Tentu sesungguhnya bisa di mana saja akan tetapi tidak di tempat lalu lalangnya orang bukan? Yang akrab untuk orang Islam bahwa nama tempat shalat itu adalah mushala atau masjid.

Saya jadi penasaran mengapa sampai timbul nama “Ruang Doa” kemudian mencarinya di kamus besar Bahasa Indonesia. Doa: permohonan, harapan, puji-pujian kepada Tuhan. Sholat atau shalat tidak diketemukan dalam kamus besar tersebut. Pada kata sembahyang diberikan keterangan bahwa shalat di luar pengertian kalangan Islam, berarti doa, permohonan dan sebagainya kepada Tuhan. Jadi, memang tak ada salahnya kalau diberi nama “Ruang Doa” bukan? karena shalat juga adalah doa.

Hanya barangkali bagi yang belum terbiasa dengan sebutan “Ruang Doa” perlu ngintip dulu ke dalamnya apakah ada “tanda-tanda” sebagai mushala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s