Nikah Tanpa Dihadiri Petugas KUA

Dalam satu kesempatan menghadiri acara pernikahan di suatu daerah, terjadi peristiwa dimana petugas KUA sampai siang sekira jam 12:00 belum datang. Undangan kelihatan gelisah karena seharusnya jam 10:00 acara sudah dimulai.

Kemudian seseorang yang di-tuakan memberi arahan kepada panitia agar acara pernikahan dilakukan saja tanpa kehadiran petugas KUA. Dan betul pernikahan dilanjutkan tanpa adanya petugas KUA. Seperti biasa ada calon pengantin, wali, saksi, dan adanya mahar, dan berjalan sebagai mana mestinya, kecuali sekali lagi tanpa kehadiran Petugas KUA.

Menjelang sore dua petugas KUA dimaksud datang, kemudian dengan berbagai maaf bahwa mereka datang telat, karena katanya pada hari itu banyak yang ditikahkan. Lalu petugas tersebut bertanya apa sudah dinikahkan, oleh wali pengantin wanita dijawab sudah, dan petugas mengucapkan alhamdulillah. Kemudian membuat beberapa catatan, dan singkatnya petugas tersebut pulang.

Nampaknya peristiwa tersebut bukan hanya sekali itu saja terjadi akan tetapi di daerah tersebut sering dilakukan jika petugas KUA telat datang. Dan itu tidak menjadi masalah, petugas KUA tidak merasa keberatan.

Yang menjadi pertanyaan utama adalah apakah sah menikah dengan cara tersebut di atas? Dari kacamata agama Islam jelas sah, karena memenuhi syarat dan rukunnya.

Akan tetapi keabsahan di mata hukum cara begitu dimana petugas KUA tidak menyaksikan berlangsungnya pernikahan, kemudian surat nikah keluar, bagaimana ya?

Apakah ini yang melahirkan istilah nikah siri itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s