Tekwan

Tekwan adalah makanan khas Palembang yang bahan utamanya adalah ikan dicampur dengan tepung tapioka. Makana ini asal mulanya dari mana, tidak begitu jelas, kalau melihat suku kata “tekwan” seperti bahasa Cina, apa mungkin aslinya dari Cina? Siapa tahu makanan tersebut dibawa oleh perantau-perantau Cina yang kemudian membudayakannya di Palembang. Biar saja nanti dibicarakan lagi tentang asal usulnya.

Saya mengenal makanan tersebut pada akhir tahun 70-an sewaktu mulai merantau dan bekerja di Bontang Kalimantan Timur. Lho kok Bontang..? Begini, saat start up kilang LNG; pabrik pencairan gas alam di Bontang, Pertamina mendatangkan tenaga ahli yang berasal dari kilang minyak Plaju dan Sungai Gerong di Sumatera Selatan. Jadi para tenaga terlatih yang mengelola kilang gas alam cair tersebut adalah kebanyakan wong Plembang. Mereka “eksodus” atau “jebol desa” dari Sumatera Selatan lengkap dengan keluarganya datang ke Bontang.

Istri-istri mereka yang kebanyakan adalah rajin dan ulet membawa budaya makanannya hususnya tekwan ini. Kebetulan di Bontang – daerah tepi laut yang indah – sorganya ikan terutama ikan tenggiri sebagai bahan pokoknya. Setiap minggu mereka belanja ikan berkilo bahkan berpuluh kilogram dari pasar Tanjung laut atau pasar Berebas dan mulailah membuat makanan khas Palembang tersebut. Memang tidak hanya tekwan tapi juga mpek-mpek, laksa, burgo, kapal selam, dan sebagainya.

Cara singkat membuat tekwan adalah sebagagai berikut, yang utama adalah membuat pentolannya, yaitu membuat adonan terdiri dari kerokan ikan tenggiri dengan tepung tapioka. Kemudian adonan tersebut dicemplungkan ke dalam air mendidih sepentul demi sepentul (lebih kecil dari bakso) sehingga dihasilkan bentuk pentulan yang kenyal dan enak, karena memang bahannya dari ikan. Ikan adalah sumber gizi yang sangat baik.
Disamping pentulan tekwan tersebut, juga dibuat kuahnya, semacam kuah soto yang tentu saja sangat terasa udangnya.

Ke dalam kuah tekwan tersebut ditambahkan irisan jamur kuping dan bunga sedap malam kering. Bunga sedap malam direndam air panas, dan setangkai demi setangkai diikatkan. Kuah tersebut ditempatkan di mangkuk yang besar (kalau bukan mangkuk besar nanti bisa bolak balik nambah!), ke dalam kuah pentulan tekwan juga ditambahkan irisan bengkoang dan mentimun, soun, goreng bawang merah, dan tambahkan cuko (cuka)agar ada rasa sedikit asam, terahir pakai pedas kalau suka. Harus dimakan panas-panas, jadi diambilnya selagi mendidih. Badan bisa banjir keringat apalagi di Bontang yang panas karena dilewati garis khatulistiwa.

Tekwan adalah makanan setengah berat, jadi banyak disuguhkan di acara-acara syukuran, pengajian, arisan, ulang tahun, bahkan kalau reuni wong Plembang galo.

Belakangan, bahkan kemudian berdiri banyak warung yang menjual aneka makanan Palembang di kompleks perumahan karyawan. Terkenal misal tekwan buatannya Bu Agus, Bu Zaini, Bu Herman, dan Bu Brojol. Anak-anak Bontang belum merasa puas kalau malam minggu tidak makan tekwan.

Karena tekwan tersebut demikian populernya di Bontang, jadi meskipun saya bukan berasal dari Kalimantan Selatan akan tetapi makanan itu sudah menjadi pavorit keluarga, dan ank-anak sangat menyukainya.

Di Bontang pada tahun awal 80-an harga ikan tenggiri per kilogramnya adalah Rp 6.000. Sekarang di Bandung sekilonya Rp 40.000, meski agak mahal dan tidak sebanyak di Bontang, ketika kami sudah tinggal di Bandung lagi, sesekali istri saya membuatnya untuk sekedar melepas rindu terhadap makanan lezat tersebut. Dan tentu saja istri saya berani bertanding dengan ahlinya dalam hal membuat tekwan meskipun istri saya asli wong mBandung.

Di bawah ini tersaji tekwan buatan istri saya, dipersilakan!
Siap disantap

Biarkan panas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s