Rasis

Racism

Pangeran Harry pewaris kerajaan Britania Raya meminta maaf karena telah mengucapkan kata-kata rasis terhadap keturunan Pakistan dan Arab. Kata-kata tersebut adalah “pakia” untuk kata penghinaan bagi keturunan Pakistan sedangkan untuk bangsa Arab adalah “ragheada”.

Bangsa Arab atau keturunan Arab dimata orang Barat bukanlah suatu bangsa yang patut dibanggakan apalagi dihormati, malahan mungkin termasuk bangsa yang pantas untuk dilecehkan. Mungkin karena sering terjadinya gerakan teroris yang kebanyakan dilakukan oleh keturunan Timut Tengah.

Sedangkan bagi suku bangsa Pakistan atau keturunan Pakistan pertama keturunan Pakistan adalah imigran atau pendatang yang tidak sewarna kulit dengan mereka, dan bisa merebut kesempatan kerja bagi warga setempat, berikut kemungkinan karena Pakistan juga identik dengan Islam yang disangkut pautkan dengan teroris seperti juga keturunan Arab.

Bangsa Indonesia juga sungguh prihatin dengan pengiriman tenaga non professional yaitu PRT yang lebih dikenal dengan sebutan TKW. Meskipun mereka sering disebut pahlawan devisa akan tetapi orang luar negeri sebutlah Malaysia yang paling banyak menerima TKW, beranggapan bahwa TKW itu, bahkan orang Indonesia itu, adalah sama dengan PRT yang terus terang saja mereka itu bukan termasuk golongan yang well educated, sehingga mungkin di “sono” PRT dianggap orang bodoh yang perlu diajari bagaimana berbudaya internasional.

Konotasi Indonesia sama dengan PRT adalah jamak saja dari akibat puluhan ribu tenaga yang didatangkan adalah golongan yang tidak cukup berpendidikan, sehingga di beberapa hal perlu didik dan diberitahukan dengan sabar terutama hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan publik. Bagian pelayanan public di “sono” nampaknya tidak sabar dengan terus-terusan harus memberitahukan mereka.

Belakangan ini orang Malaysia punya sebutan yang rasis sekaligus melecehkan dan menghina untuk orang Indonesia yaitu sebutan ”Indon”. Contoh rasis seperti cerita berikut, bagian pelayanan umum di imigrasi Malaysia sedang sibuk mengurus orang Malaysia sendiri yang akan berangkat ke luar negeri, akan tetapi orang-orang Malaysia tersebut telah salah memilih antrian. Petugas di sana menegur dengan kata-kata: “Kamu ni macam orang Indon saja”. Pedih bukan?

Bangsa Indonesia, bangsa Arab, dan bangsa Pakistan jelas tidak mau diperlakukan rasis, dilecehan, maupun dihina seperti itu, akan tetapi kita tidak bisa mengatakan kepada mereka baik orang barat maupun orang Malysia bahwa anda harus begitu dan anda jangan begini. Penghormatan dan penghargaan suatu bangsa terhadap bangsa lain ditentukan oleh sejarah yang panjang, yang kadang-kadang kita tidak tahu menahu. Seyogianya antar bangsa kita harus saling menghormati dan menghargai karena kita semua adalah mahluk Allah yang kita sendiri tidak tahu mengapa menjadi suku bangsa tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s