Kado Pada Resepsi Pernikahan

Undangan untuk hadir di resepsi perkawinan boleh dibilang sering, apalagi di bulan Zulhijah sedang musim pernikahan. Memang memperpanjang tali silaturahmi tapi juga berhubungan dengan biaya. Jika tempatnya jauh perlu transportasi, dan itu hubungannya dengan bahan bakar jika naik mobil sendiri, dan bahan bakar harus dibeli bukan? Belum lagi kado tanda turut berbahagia.

Dahulu ke pesta perkawinan para tamu menenteng kado dalam bentuk barang yang dibungkus dengan ketas cantik dan memakai pita biar elok dipandang dari luar. Isinya biasanya perabotan rumah tangga, dari mulai piring makan sampai kompor minyak tanah.
Zamannya membawa kado sudah hilang, dianggap tidak praktis sekaligus kadang tidak sesuai dengan kebutuhan. Pengantin perlu panci yang datang malahan gelas semua.

Setelah masa peralihan yaitu dimana diundangan biasa dituliskan “Dengan tidak mengurangi rasa terimakasih kami atas bentuk kasih sayang yang diberikan, mohon untuk tidak memberikan barang atau karangan bunga”, mungkin bahasanya tidak persis demikian. Tapi pengundang sesungguhnya mengharapkan pemberian kado itu dalam bentuk uang saja.

Bagi yang diundang dengan memberikan uang memang lumayan praktis, tidak usah memilih barang dulu, membungkusnya, apalagi menentengnya kadang cukup berat. Cukup masukkan kedalam amplop dan simpan di saku, praktis bukan.

Kemudian nanti di tempat penerimaan tamu, masukkan amplop berisi uang ke dala pundi yang disediakan. Pasaran uang amplop di Bandung saat ini minimal Rp 20.000. Terserah anda mau mencantumkan nama di amplop atau tidak? Kalau merasa tidak pede, ya jangan diberi nama dari siapa amplop tersebut. Akan tetapi biasanya “merasa” perlu mencantumkan nama jika jumlahnya diatas Rp 100.000.

Bagi pengundang yang sholeh tentunya tidak terlalu mengharapkan kadonya akan tetapi dengan datang pun sudah sepatutnya bersyukur, banyakya yang hadir sanak keluarga, tetangga, teman, kenalan, dan relasi, sudah cukup memperpanjang tali silaturahmi dan juga cukup membawa kebahagiaan.

Bagi para tamu tentunya suatu kehormatan apabila diundang dan bisa datang, meski mengisi amplopnya hanya Rp 20.000 tak mengapa karena untuk datang ke resepsi tersebut perlu persiapan dan biaya bukan? Keuntungannya bisa dipakai ajang reuni, bertemu kawan lama yang juga kebetulan diundang. Dan ini tak kalah pentingnya, bisa mencicipi aneka hidangan. Impas ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s